Vale: Pemulihan kebocoran pipa MFO 2025 sudah selesai

2 weeks ago 12
Pada saat ini statusnya bahwa recovery atau pemulihan itu sudah selesai,

Jakarta (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk menyatakan, pemulihan dampak kebocoran pipa marine fuel oil (MFO) dari pelabuhan menuju pabrik yang terjadi pada 23 Agustus 2025 telah selesai, termasuk pembersihan aliran yang sempat terdampak.

Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto mengatakan, pipa yang membawa MFO dari Pelabuhan Balantang ke pabrik memiliki panjang sekitar 60 kilometer. Ia menyebut kebocoran diduga dipicu pergeseran tanah setelah rangkaian gempa.

“Kebocoran terjadi pada tanggal 23 Agustus tahun 2025,” kata Bernardus dalam RDP Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, respons awal perusahaan difokuskan pada mitigasi dampak dengan membersihkan minyak yang sempat masuk ke saluran irigasi dan sungai.

Baca juga: Vale sebut royalti dan B40 tekan biaya saat harga nikel turun

Perusahaan juga melakukan pendataan dampak dan mengambil sampel secara rutin di sejumlah titik untuk memastikan klaim pemulihan sesuai kondisi lapangan.

“Pada saat ini statusnya bahwa recovery atau pemulihan itu sudah selesai,” ujar dia.

Bernardus mengatakan, perusahaan menyewa lahan sawah yang terdampak untuk memastikan pemulihan tanah dapat dilakukan secara terkendali. Ia menambahkan pemilik sawah menerima kompensasi hasil panen selama masa sewa pemulihan.

“Kalau misalkan satu tahun belum cukup, kami sewa lagi. Sampai itu pulih,” ucap dia.

Baca juga: Vale ajukan revisi RKAB demi penuhi pasokan tiga proyek HPAL

Dalam sesi rapat yang sama, Bernardus menekankan perusahaan melakukan environmental and social impact assessment (ESIA) sebelum operasi maupun proyek dimulai, untuk memetakan dampak dan langkah mitigasi.

Ia menyinggung isu kualitas air, deforestasi, emisi karbon, serta hak asasi manusia yang kerap menjadi sorotan terhadap industri nikel.

Bernardus mencontohkan mitigasi kualitas air dilakukan dengan pemetaan aliran air larian tambang dan pembangunan kolam pengendapan agar air yang dilepas ke badan air memenuhi baku mutu. Ia juga menyebut pembangunan fasilitas pembibitan sebagai bagian dari persiapan rehabilitasi lahan.

Bernardus menambahkan PT Vale mengikuti proses audit dari Institute for Responsible Mining Assurance (IRMA) dan menyebut rilis laporannya diperkirakan sekitar Maret 2026.

Baca juga: ESDM setujui rencana kerja dan anggaran biaya 2026 PT Vale

Menurut dia, proses tersebut merupakan upaya membuka diri untuk diuji publik terkait praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Dalam rapat tersebut, Bernardus juga menanggapi isu perizinan penggunaan kawasan hutan (PPKH). Ia menyebut PPKH perusahaan sempat berakhir pada 28 Desember 2025 dan perusahaan menghentikan operasi saat menunggu izin baru.

“Kami sama sekali berhenti beroperasi,” ujarnya.

Sebagai latar belakang, kebocoran pipa MFO milik PT Vale tersebut sebelumnya terjadi di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Baca juga: COP30, PT Vale berkomitmen atasi perubahan iklim lewat dekarbonisasi

Kebocoran pipa yang menyalurkan bahan bakar dari Pelabuhan Balantang menuju fasilitas pengolahan itu sempat berdampak pada saluran irigasi, aliran sungai, serta lahan pertanian warga di Desa Asuli, Kecamatan Towuti.

Pemerintah saat itu memastikan petani terdampak memperoleh kompensasi atas kerugian usaha tani, sementara perusahaan menyatakan fokus menghentikan penyebaran aliran minyak dan melakukan pemulihan lingkungan.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |