Bappenas: RI ingin bangun para pengusaha perempuan yang berdaya saing

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan Indonesia ingin membangun para pengusaha perempuan yang kuat dan berdaya saing.

“Kita ingin membangun generasi perempuan baru sebagai tiang negara, yaitu para pengusaha perempuan yang kuat dan berdaya saing, berpayung pada semangat pembangunan berkelanjutan,” ucap Rachmat Pambudy dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Sesuai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas, Universitas Padjadjaran, dan Nuraa Women’s Institute Untuk membentuk Women Small and Medium Enterprises (SMEs) Unpad–Nuraa Center, Menteri PPN mengharapkan kerja sama itu menjadi langkah strategis memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan.

Melalui pengembangan ekosistem usaha yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Rachmat Pambudy menegaskan bahwa kemajuan suatu negara tak dapat dilepaskan dari kekuatan dunia usaha dan para pengusahanya.

Baca juga: Fondasi hukum kuat jadi aset UMKM perempuan naik kelas

“Tidak ada negara yang kuat dan besar tanpa pengusaha yang kuat. Karena itu kita harus terus mendorong lahirnya entrepreneur baru, termasuk dari kalangan perempuan,” ujar dia.

Berdasarkan Laporan Global Entrepreneurship Monitor, negara maju setidaknya memiliki sekitar 10 persen wirausaha dari total populasi. Sementara itu, jumlah wirausaha di Indonesia saat ini masih sekitar dua persen, sehingga diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan jumlah enterpreneur nasional.

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perempuan sendiri memiliki potensi besar dalam perekonomian nasional. Dari sekitar 56,7 juta pelaku usaha di Indonesia, sekitar 37 persen atau sekitar 21,2 juta pelaku usaha merupakan perempuan, dengan mayoritas berada di skala usaha mikro.

"Sebagian besar UMKM perempuan juga masih berada pada sektor informal dengan nilai tambah usaha yang relatif rendah," ujarnya.

Baca juga: Bappenas minta perguruan tinggi perluasan keterlibatan dalam SDGs

Untuk menjawab tantangan tersebut, lanjut dia, penguatan ekonomi perempuan perlu difokuskan pada peningkatan kapasitas dan manajemen usaha, perluasan akses pembiayaan, peningkatan akses pasar dan integrasi dalam rantai nilai produksi, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi usaha, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

“Dalam konteks tersebut, pembentukan Women SMEs Unpad–Nuraa Center diharapkan dapat menjadi platform ekosistem terintegrasi yang mendorong transformasi UMKM perempuan menjadi lebih produktif, kompetitif, inovatif, serta terhubung dengan pasar yang lebih luas,” ungkap Kepala Bappenas.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |