Unhas dan Kedubes AS kolaborasi riset bidang kesehatan

3 hours ago 3

Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Indonesia berkolaborasi dalam riset khususnya di bidang kesehatan global dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (JJ) dalam keterangannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, mengatakan fokus utama kerja sama mencakup peningkatan kesiapsiagaan terhadap ancaman penyakit serta penguatan sistem kesehatan masyarakat yang adaptif terhadap dinamika global.

Dalam konteks ini, kata dia, perguruan tinggi berperan penting sebagai penghasil pengetahuan, inovasi, dan sumber daya manusia yang kompeten.

Menurut dia, Unhas menempatkan isu planetary health sebagai salah satu pilar utama dalam pengembangan kolaborasi ke depan.

Pendekatan ini menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan yang memerlukan sinergi lintas disiplin dan sektor.

Prof JJ menjelaskan, Unhas mengambil peran sebagai penghubung untuk mendorong integrasi kebijakan, riset, dan implementasi program, khususnya dalam memperkuat kontribusi kawasan Indonesia timur dalam agenda kesehatan global.

“Melalui berbagai program strategis yang dikembangkan, Unhas berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya secara optimal,” ujar Prof JJ.

Baca juga: Unhas dan FIT Jepang kolaborasi riset penanganan banjir Makassar

Rektor juga menekankan pentingnya pemerataan pengembangan ilmu pengetahuan dan riset yang selama ini masih cenderung terpusat di Pulau Jawa. Penguatan kolaborasi internasional dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas peran dalam ekosistem akademik global.

Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedubes AS di Indonesia Peter M. Haymond menjelaskan kerja sama ini dipandang memiliki arah yang jelas dengan sejumlah program prioritas yang dapat segera diimplementasikan. Dukungan diarahkan pada penguatan kolaborasi yang berorientasi pada hasil, keberlanjutan, dan dampak jangka panjang.

“Unhas memiliki kapasitas untuk menjadi penggerak yang dapat melibatkan universitas lain. Kami melihat peluang besar bagi Unhas untuk memimpin kolaborasi dan menjadi rujukan dalam pengembangan riset akademik di kawasan ini,” ujarnya.

Salah satu pilar utama kolaborasi adalah keberlanjutan kerja sama dengan U.S. Centers for Disease Control and Prevention (US CDC), khususnya melalui program Field Epidemiology Training Program (FETP).

Program ini, menurut dia, telah berperan penting dalam mencetak epidemiolog yang kompeten serta memperkuat kapasitas respons kesehatan masyarakat di Indonesia.

Baca juga: Unhas dan Kedubes Thailand perkuat strategis peternakan inovasi

"Selain itu, penguatan kolaborasi juga mencakup pengembangan skema hibah untuk mendorong kemitraan antara institusi di Amerika Serikat dan perguruan tinggi, dengan Unhas sebagai institusi penggerak utama dalam memperluas jejaring kolaborasi," katanya.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |