Ulama Lebak : PP Tunas cetak generasi berakhlak dan berkarakter

4 hours ago 3

Lebak (ANTARA) - Ulama kharismatik Kabupaten Lebak KH Hasan Basri mengatakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) dapat mencetak generasi berakhlak dan berkarakter.

"Kita mendukung kebijakan PP Tunas dengan menonaktifkan akun secara platform digital berisiko tinggi termasuk YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox," kata Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hasanah Cihelang Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Sabtu.

Pemerintah hadir untuk menyelamatkan anak - anak bangsa agar tidak terjadi dekadensi moral melalui kebijakan pembatasan medsos bagi anak usia 16 tahun.

Dimana selama ini banyak anak - anak, termasuk anak usia empat tahun sudah kecanduan gawai, sehingga berpotensi terpapar hal-hal yang negatif.

Pembatasan medsos yang digagas Kementerian Informasi dan Digital (Komdigi) salah satu upaya untuk membentuk generasi bangsa yang memiliki akhlak dan karakter yang baik.

Sebab, konten-konten yang negatif di medsos dapat mempengaruhi kehidupan mereka, seperti melakukan judi online, situs pornografi, pergaulan seks bebas, narkoba, kejahatan, perundungan siber, dan lainnya.

Baca juga: Pemprov NTB: Batas usia pengguna Meta lindungi anak pada ruang digital

"Kami meyakini bila anak generasi penerus itu jika tidak dibatasi medsos tentu bisa membawa malapetaka dan membahayakan bagi masa depan mereka," kata Anggota Fatwa MUI Banten.

Ia mengatakan, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah agar anak usia 16 tahun sebaiknya tidak boleh menggunakan handphone android.

Sebab, penggunaan gawai tersebut banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya, karena terdapat anak yang kecanduan medsos mengalami stres, bunuh diri juga ada yang membunuh orang tuanya melalui inspirasi konten negatif itu.

Dampak lainnya, kata dia, saat ini kasus kekerasan seks di Kabupaten Lebak saja cukup menonjol.

Pembatasan medsos tersebut dapat melindungi anak yang membutuhkan ruang yang sehat untuk bertumbuh, membangun identitas diri juga membentuk akhlak dan karakter di tengah arus digital yang begitu deras.

"Jika sejak dini anak-anak itu dibimbing dengan nilai-nilai yang kuat, termasuk pembatasan medsos bisa tumbuh sebagai generasi yang berintegritas, berakhlak , berkarakter, dan berjiwa kebangsaan," katanya menjelaskan.

Baca juga: Pemerhati anak harap PP Tunas efektif lindungi anak di ruang digital

Baca juga: Tenaga pendidik: Pembatasan akses ke medsos jadikan anak fokus belajar

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |