Pemkab Teluk Wondama tetapkan empat fokus pembangunan 2027

3 hours ago 3

Wasior (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama, Papua Barat, menetapkan empat fokus utama arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2027 yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Bupati Teluk Wondama Elysa Auri di Wasior, Sabtu, mengatakan empat fokus tersebut menjadi dasar penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) yang terlebih dahulu dilakukan konsultasi publik agar pelaksanaan pada tahun mendatang lebih tepat sasaran.

Fokus pertama meliputi peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan aparatur pemerintah. Fokus kedua, pengembangan ekonomi produktif yang memanfaatkan potensi lokal.

“Fokus kedua itu nantinya mengarah kepada hilirisasi, pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan,” kata Auri.

Selanjutnya, kata dia, fokus yang ketiga menyasar pada penguatan identitas Teluk Wondama sebagai pusat peradaban pendidikan di Tanah Papua melalui pengembangan nilai sejarah, adat dan budaya. Keempat, peningkatan infrastruktur dan konektivitas wilayah.

Penetapan empat fokus program pembangunan tidak terlepas dari kemampuan finansial pemerintah daerah yang terbatas, namun tidak mengabaikan kualitas dan mutu penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita tidak membuat program yang muluk-muluk. Dengan anggaran terbatas, yang terpenting adalah program berjalan baik dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dia mengakui, pembangunan di Teluk Wondama masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain kualitas SDM yang belum memadai, struktur ekonomi yang bertumpu pada sektor primer, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan antarwilayah.

Meski demikian, Teluk Wondama memiliki potensi sumber daya alam (SDA) pada sektor kelautan, perikanan, pariwisata, dan nilai historis daerah yang dapat dioptimalkan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan secara bertahap.

“Kami tidak membuat program yang muluk-muluk karena kemampuan finansial terbatas. Tetapi, program yang dikerjakan itu sesuai kebutuhan masyarakat, supaya masyarakat rasakan manfaatnya,” jelas Auri.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |