Teheran (ANTARA) - Perundingan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad diprediksi dimulai pada Sabtu malam dan berlangsung selama satu hari, menurut Kantor Berita Tasnim pada Sabtu.
Delegasi Iran siap menghadapi hasil apa pun dari perundingan tersebut, termasuk kemungkinan tidak ada kesepakatan sama sekali, menurut laporan stasiun televisi Pemerintah Iran, IRIB.
Perundingan tersebut dilaporkan akan diadakan secara langsung dan tidak langsung. Pakistan bertindak sebagai mediator karena negara itu berharap dapat membantu mewujudkan perdamaian abadi di Timur Tengah.
Baca juga: Delegasi Iran akan temui PM Pakistan sebelum pembicaraan dengan AS
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf. Delegasi tersebut juga termasuk Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.
Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden J. D. Vance dan diikuti oleh utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang juga menantu Trump.
Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran terkait gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (7/4) lalu.
Menlu Araghchi kemudian mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang selama ini menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan LNG dunia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Delegasi AS tiba di Islamabad untuk negosiasi dengan Iran
Baca juga: Jelang perundingan dengan AS, delegasi Iran tiba di Islamabad
Baca juga: Pakistan tingkatkan keamanan di Islamabad jelang negosiasi AS-Iran
Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































