Jakarta (ANTARA) - Sebanyak tujuh koleksi Museum Tekstil Jakarta ditampilkan dalam pameran bertajuk "Weaving Hands, Women's Time: Textile Tradition in ASEAN" yang diadakan KF ASEAN Culture House di Busan, Korea Selatan, mulai 26 Maret hingga 30 Agustus 2026.
"Terdapat tujuh koleksi yang dipamerkan, terdiri dari lima buah Ulos dari Sumatra Utara dan dua set kebaya, yakni kebaya, kemben, dan kain batik dari Pekalongan," kata Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sri Kusumawati saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan koleksi tersebut dipilih karena sesuai dengan tema pameran yang ditetapkan oleh panitia, yaitu “Tenun dan Wanita dari Asia Tenggara”.
Melalui koleksi tekstil tradisional, alat tenun, serta materi video, pengunjung diajak menyelami sejarah serta dedikasi perempuan dalam melestarikan identitas budaya dari generasi ke generasi.
Pameran tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan lebih dari 20 institusi kebudayaan, termasuk Vietnam Museum of Ethnology, Vietnam National Fine Arts Museum, Museum Batik Indonesia, Asia Culture Center, UNESCO Asia-Pasific ICH Centre, ASEAN-Korea Centre, dan Keduataan Besar ASEAN di Korea.
Baca juga: Museum Tekstil Jakarta pamerkan 100 helai kain Batik Merawit Cirebon
Sri menilai keikutsertaan Museum Tekstil dalam pameran tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya kolaborasi dan kerja sama lintas negara, terutama dalam upaya mempromosikan Museum Tekstil ke tingkat internasional.
"Selain itu, partisipasi ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan pameran yang sejalan dengan visi dan misi Museum Tekstil, yaitu melestarikan budaya wastra Indonesia," tutur Sri.
Dia pun berharap keikutsertaan dalam pameran tersebut dapat meningkatkan promosi Museum Tekstil di kancah internasional, khususnya bagi masyarakat Korea dan dunia, memperkenalkan tekstil tradisional Indonesia kepada publik global, serta mendukung peran museum dalam pelestarian budaya bangsa.
Kesempatan tersebut menjadi kali pertama Museum Tekstil berpartisipasi dalam pameran di Negeri Ginseng.
Sri mengatakan masih ada peluang untuk berkolaborasi mengikuti pameran di negara lainnya.
"Untuk di Korea Selatan, baru pertama kali. Ke depan, terbuka kemungkinan kolaborasi mengikuti pameran dengan negara lain," ungkap Sri.
Baca juga: DKI tampilkan 110 koleksi kebaya pada pameran di Museum Tekstil
Baca juga: Jejak akulturasi Tiongkok-Nusantara pada selembar kain
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































