Legislator DKI minta pemerintah tangkal pemegang paspor Israel

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim meminta agar pemerintah menangkal pemegang paspor Israel masuk ke Indonesia sebagai respons atas penyerangan Markas Pasukan Penjaga Perdamaian atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang mengakibatkan gugurnya tiga anggota TNI.

"Sebagai respons atas apa yang terjadi, tidak bijaksana kalau kita sebagai sebuah negara besar diam saja. Semut saja kalau diinjak menggigit, masa kita dilukai tidak melakukan respon apa-apa," kata Lukman di Jakarta, Jumat.

Dia juga memohon kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengambil langkah tegas terkait kejadian penyerangan Markas Pasukan Penjaga Perdamaian tersebut.

Menurut dia, penyerangan itu merupakan pelanggaran berat, sehingga tidaklah berlebihan apabila Indonesia, sebagai negara berdaulat, memberikan respons yang sepadan dengan menangkal para pemegang paspor Israel masuk ke Indonesia.

Lebih lanjut, Lukman menilai permintaan untuk menangkal pemegang paspor Israel tersebut merupakan sikap negara berdaulat yang memiliki kewenangan dan peran dalam konstelasi politik internasional.

Baca juga: Jenazah prajurit TNI gugur di Lebanon dipulangkan Jumat atau Sabtu

Sebagaimana diketahui, artileri Israel menyerang Markas UNIFIL pada Minggu (29/3). Dalam insiden tersebut, tiga personel TNI, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur.

Sementara lima personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto mengalami luka-luka.

Ketiga jenazah prajurit TNI yang gugur itu sedang diproses pemulangannya, sementara prajurit yang mengalami luka-luka sudah dirawat di rumah sakit setempat.

Menanggapi proses pemulangan dan perawatan itu, Lukmanul memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Mabes TNI.

Dia pun mengaku bersyukur atas perhatian TNI dan pemerintah yang menganugerahi kenaikan pangkat luar biasa militer selain perang (KPLB OMSPA) satu tingkat kepada tiga prajurit yang gugur, serta memberikan santunan Rp1,8 miliar yang berasal dari santunan tabungan asuransi, risiko kematian, beasiswa untuk anak dan lainnya.

"Apa yang dilakukan pemerintah di dalam negeri sangat pas. Sebagai pribadi, saya terharu mendengar berbagai penghargaan dan santunan yang diberikan. Tapi sekali lagi, sebagai bangsa berdaulat kita harus menunjukkan sikap yang jelas dan tegas terhadap Israel," tegas Lukman.

Baca juga: PBB rencanakan investigasi terkait gugurnya prajurit TNI di Lebanon

Baca juga: PBB: Investigasi serangan terhadap personel RI di UNIFIL akan rampung

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |