UGM gandeng kampus Thailand, perkuat jejaring dan riset global

4 hours ago 6
Kolaborasi ini bukan hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah

Yogyakarta (ANTARA) - Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjalin kerja sama dengan International College Maejo University, Thailand, sebagai upaya memperkuat jejaring global dalam meningkatkan kualitas riset atau penelitian.

Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Budi Guntoro dalam keterangannya di Yogyakarta, Minggu, mengatakan kerja sama tentang riset tersebut dikuatkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Chiang Mai, Thailand, beberapa hari lalu.

"Kolaborasi ini bukan hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah," katanya.

Menurut dia, kerja sama tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi langsung diimplementasikan melalui riset kolaboratif yang melibatkan para dosen dan peneliti dari kedua institusi.

Baca juga: UGM tekankan kolaborasi lintas negara hadapi tantangan peternakan

Dengan demikian, kata dia, kerja sama ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan daya saing akademik di tingkat global.

"Kami berharap hasil penelitian bersama ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu peternakan, khususnya dalam menjawab tantangan global seperti ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan," katanya.

Ia mengatakan salah satu bentuk nyata dari MoA ini adalah pelaksanaan penelitian bersama yang didukung oleh hibah IJRA Equity UGM.

Baca juga: Guru besar UGM kritisi potensi investasi asing pada ayam petelur

Melalui kerja sama ini kedua institusi menargetkan sejumlah capaian strategis, antara lain peningkatan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah bereputasi, penguatan riset kolaboratif lintas negara, serta percepatan pertukaran pengetahuan dan keahlian antar-peneliti.

Selain itu MoA tersebut, kata dia, juga menjadi bagian dari upaya internasionalisasi perguruan tinggi.

"Khususnya dalam mendorong program riset unggulan yang tidak hanya berdampak secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi masyarakat," kata Prof Budi Guntoro.

Baca juga: Jusuf Kalla jelaskan pemakaian kata syahid saat ceramah di UGM

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |