Jakarta (ANTARA) - Klub Liga Inggris Tottenham Hotspur tidak akan menaikkan harga tiket musiman untuk musim depan setelah melakukan konsultasi dengan kelompok suporter, demikian dikutip dari The Athletic, Kamis.
Keputusan tersebut merupakan hasil diskusi dengan Dewan Penasihat Suporter klub dan Tottenham Hotspur Supporters’ Trust, yang dimulai sejak akhir tahun lalu.
Spurs tidak menaikkan harga tiket musiman maupun tiket pertandingan untuk musim 2025/2026 saat ini, tetapi mereka mulai menghapus konsesi bagi pemegang tiket musiman senior baru (usia 65 tahun ke atas). Kebijakan itu menuai kritik dari sebagian kelompok suporter.
Klub sebelumnya menaikkan harga tiket musiman sebesar enam persen untuk musim 2024-25, sehingga tiket musiman dewasa termurah di Tottenham Hotspur Stadium menjadi 856 poundsterling.
Baca juga: Arsenal gagal amankan tiga poin usai imbang 2-2 di markas Wolves
Pendukung senior yang membeli tiket musiman untuk musim berjalan tidak lagi mendapatkan potongan harga, sementara pemegang tiket lama yang mulai memenuhi syarat diskon sejak musim 2025/2026 mengalami pengurangan konsesi secara bertahap, yakni turun lima persen setiap musim selama lima tahun ke depan.
Mulai musim 2029/2030, harga tiket musiman senior di Spurs akan menjadi 25 persen lebih mahal dibandingkan musim sebelumnya.
Tottenham memiliki tiket musiman dewasa termahal kedua di Premier League dengan harga tertinggi mencapai 2.223 poundsterling. Tiket itu hanya kalah dari Fulham yang mematok harga hingga 3.084 poundsterling.
Saat ini Spurs berada di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris menjelang laga berikutnya melawan rival sekota, Arsenal, dengan selisih lima poin dari tim peringkat ke-18, West Ham United.
Baca juga: Van Dijk nilai Szoboszlai layak jadi kapten Liverpool di masa depan
Baca juga: Update cedera Arsenal: Calafiori siap lawan Wolves di Liga Inggris
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































