Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan kembali perbaikan infrastruktur yang rusak dampak bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu ke Kementerian Pekerjaan Umum.
Bupati Agam Benni Warlis di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan infrastruktur yang diusulkan meliputi perbaikan atau pembangunan kembali ruas jalan kabupaten yang terdampak banjir dan longsor, pembangunan jembatan gantung di wilayah terisolasi, rehabilitasi jaringan irigasi pertanian, serta pemulihan sarana air bersih bagi masyarakat.
"Ini telah kita bahas saat kunjungan kerja ke Kementerian Pekerjaan Umum pada Rabu (18/2)," katanya.
Ia mengatakan Pemkab Agam telah menyiapkan dokumen teknis dan data pendukung sebagai bahan pertimbangan dalam proses penganggaran di tingkat kementerian.
Baca juga: Polri segera rampungkan dua jembatan bailey di lokasi bencana Agam
Kerusakan infrastruktur tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan akses pelayanan dasar.
Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat melalui skema penganggaran infrastruktur agar pemulihan jalan, jembatan gantung, irigasi, dan air bersih dapat segera direalisasikan.
"Ini mendesak karena menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pihak Direktorat Jenderal Penganggaran Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum menyambut baik usulan tersebut dan akan melakukan kajian lebih lanjut sesuai mekanisme serta prioritas nasional yang berlaku.
Baca juga: TNI bantu pengecatan rumah ibadah di lokasi terdampak bencana Agam
Melalui pertemuan ini, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak bencana di Kabupaten Agam dapat berjalan lebih cepat, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan ketahanan daerah terhadap risiko bencana semakin meningkat.
Ia menambahkan, bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir melanda Agam mengakibatkan ribuan rumah rusak, jembatan, lahan pertanian dan lainnya rusak.
Bencana alam juga mengakibatkan
166 orang meninggal dunia, tersebar di Palembayan 146 orang, Malalak 17 orang, Tanjung Raya 10 orang, Matur satu orang, Ampek Nagari satu orang dan lainnya.
Sementara warga hilang 36 orang, tersebar di Kecamatan Palembayan 32 orang, Malalak satu orang, Tanjung Raya dua orang dan Lubuk Basung satu orang.
Baca juga: Hutama Karya lanjutkan pemasangan instalasi air bersih huntara Agam
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































