Medan (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Yonzipur I/DD memasang jembatan bailey sebagai penghubung antardesa di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
"Jembatan itu berfungsi sebagai jalur alternatif utama yang menghubungkan Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar, dengan Desa Batu Satail, Kecamatan Sipirok," ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Rabu.
Asrul mengatakan, pembangunan jembatan bailey dipimpin oleh Lettu Czi Suyono dengan melibatkan 22 personel Satgas Yonzipur I/DD.
Jembatan yang dipasang menggunakan konfigurasi 8 petak atau tipe 1-1 dengan panjang bentangan 24 meter, lebar 3,75 meter, serta kapasitas beban hingga 10 ton.
Baca juga: Retret di Hambalang, Istana: 6.900 jembatan ditargetkan rampung 2026
"Kegiatan itu dilakukan sebagai bagian dari percepatan pemulihan akses transportasi warga bencana alam di wilayah tersebut," ucapnya.
Kapendam mengatakan banjir sebelumnya yang mengakibatkan kerusakan pada Jembatan Aek Nabara, terutama pada lapisan aspal dan akses jalan masuk yang tergerus hingga sekitar 24 meter.
"Meski pangkal dan badan jembatan beton masih dalam kondisi aman, jalur tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda empat dan sementara hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dengan sistem buka tutup," ucapnya.
Ia mengatakan seiring dimulainya pekerjaan, personel di lokasi juga menyiapkan tenda sebagai tempat tinggal sementara, menata area pemasangan, serta melakukan buat rambu jembatan.
Baca juga: TNI percepat pembangunan jembatan di lokasi bencana wilayah Aceh
"Langkah itu dilakukan untuk memastikan proses pemasangan jembatan bailey berjalan aman, tertib, dan lancar sehingga mobilitas masyarakat dapat segera kembali normal," tutur dia.
Pihaknya berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana melalui berbagai upaya, baik melalui jalur darat maupun udara.
Baca juga: TNI AD targetkan membangun 200 jembatan di lokasi bencana
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































