Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan klaim bahwa Presiden Prabowo menjual laut dan hutan di wilayah Aceh hingga Sumatera kepada Inggris senilai Rp90 triliun.
Unggahan tersebut menampilkan foto Prabowo bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan latar bendera kedua negara dan disertai narasi:
“Prabowo Jual Laut dan Hutan Aceh-Sumatera ke Inggris Rp90 Triliun, Sektor Apa Saja”
Namun, benarkah Prabowo jual hutan dan laut Aceh – Sumatera ke Inggris sebesar Rp90 triliun?
Unggahan yang menarasikan Prabowo jual hutan dan laut Aceh – Sumatera ke Inggris Rp90 triliun. Faktanya, kunjungan tersebut menghasilkan kesepakatan investasi maritim senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun, bukan penjualan wilayah. (Facebook)Penjelasan:
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Istana maupun pemerintah yang menyebut adanya penjualan wilayah laut dan hutan kepada Inggris.
Foto yang beredar diketahui serupa dengan dokumentasi ANTARA saat Presiden Prabowo bertemu Keir Starmer di Downing Street 10, London, pada Selasa (20/1/2026), dalam rangka memperkuat hubungan bilateral serta kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris.
Dilansir dari ANTARA, kunjungan tersebut menghasilkan kesepakatan investasi maritim senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun, bukan penjualan wilayah.
Selain itu, kedua negara juga menyepakati pembangunan 1.582 kapal ikan yang akan diproduksi di dalam negeri dan diproyeksikan menyerap hingga 600.000 tenaga kerja.
Di sektor pendidikan, Indonesia turut menjalin kerja sama dengan 24 universitas terkemuka di Inggris, khususnya dalam pengembangan bidang kedokteran serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Dengan demikian, klaim bahwa Presiden Prabowo menjual laut dan hutan Aceh–Sumatera kepada Inggris tidak benar.
Klaim: Prabowo jual hutan dan laut Aceh – Sumatera ke Inggris Rp90 triliun
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































