Menteri LH ingatkan konsistensi pengelolaan lingkungan di perkotaan

2 hours ago 4
...pentingnya konsistensi dan kualitas pengelolaan lingkungan terutama dalam penilaian Adipura

Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pentingnya konsistensi dan kualitas pengelolaan lingkungan di perkotaan terutama dalam penilaian Adipura.

"Menteri Lingkungan Hidup (LH)/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pentingnya konsistensi dan kualitas pengelolaan lingkungan terutama dalam penilaian Adipura," kata Menteri LH/Kepala BPLH Hanif dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.

Hal itu disampaikannya usai melakukan rangkaian kunjungan lapangan di Kota Surabaya, Jatim (8/2), sebagai bagian dari penilaian akhir penghargaan Adipura dan peninjauan tata kelola nasional.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Hanif mencatat bahwa secara umum pengelolaan sampah di kawasan utama Surabaya telah menunjukkan hasil yang baik.

Namun demikian, masih ditemukan sejumlah persoalan di wilayah nonprotokol, seperti rendahnya pemilahan sampah dari sumber, keberadaan timbunan sampah di badan sungai, serta masih munculnya tempat pembuangan sampah tidak resmi.

Baca juga: Menteri LH turun inspeksi untuk penilaian Adipura objektif di Bontang

Temuan itu menjadi catatan penting dalam proses evaluasi.

Berdasarkan data terkini, timbulan sampah di Kota Surabaya mencapai 1.811 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.779 ton per hari telah terkelola melalui sistem pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan yang tersedia.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 3 juta jiwa, pengelolaan sampah di Kota Surabaya menjadi tantangan strategis sekaligus indikator penting dalam menjaga kebersihan, kesehatan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Menteri Hanif juga menekankan bahwa pengelolaan sampah yang efektif membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha.

Pemilahan dari sumber menjadi kunci utama untuk mengurangi timbulan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Baca juga: Nilai Adipura, Menteri LH sebut banyak daerah masuk jenis Kota Kotor

Baca juga: Mendiktisaintek dorong kampus ciptakan inovasi penanganan sampah

Baca juga: Menteri LH minta Pemkot Surabaya kelola sampah hingga pelosok kota

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |