TNI AL kerahkan pesawat antar logistik untuk korban bencana di Aceh

1 month ago 16

Jakarta (ANTARA) - TNI AL melalui Pusat Penerbang Angkatan Laut (Puspenerbal) mengerahkan pesawat angkutnya untuk mengantar logistik berupa kebutuhan pokok untuk korban bencana di wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Minggu (4/1).

Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Senin, dijelaskan bahwa kegiatan itu dilakukan dalam rangka mendukung pemerintah mempercepat pemulihan wilayah dan korban pasca bencana banjir bandang di Aceh.

"Misi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen TNI AL dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya di daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin.

Tunggul mengatakan pihaknya mengerahkan pesawat angkut NC 212-200 Aviocar dengan nomor lambung U-6211 untuk mengantar 299 kilogram logistik berupa makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

Pesawat tersebut terbang menuju Bandara Blangkejeren, Gayo Lues untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak bencana.

Tunggul menjelaskan logistik tersebut nantinya didistribusikan ke lokasi bencana melalui jalur darat ataupun jalur udara dengan menggunakan helikopter.

Seluruh logistik tersebut, kata dia, telah terdistribusi dengan baik. Dengan adanya upaya tersebut, Tunggul berharap TNI AL dapat memberikan kontribusi dalam mempercepat pemulihan pasca bencana di Aceh dan Sumatera.

"TNI AL senantiasa berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan laut, tetapi juga dalam memberikan bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara," kata Tunggul.

Baca juga: TNI AL kerahkan 20 kapal perang percepat pemulihan bencana Sumatera

Baca juga: Wakil KSAL minta personel berikan layanan terbaik untuk korban bencana

Baca juga: Pesawat angkut TNI AL bawa dua ton logistik ke Aceh Tengah

Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |