Tersingkir dari Roland Garros, Sinner: "Saya kehabisan tenaga"

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Jannik Sinner mengaku kehabisan tenaga setelah mengalami kekalahan mengejutkan pada babak kedua di Roland Garros, di mana petenis No.1 dunia itu menghadapi kesulitan fisik saat melawan Juan Manuel Cerundolo, Kamis.

Dalam konferensi pers pascapertandingan setelah kekalahan 6-3, 6-2, 5-7, 1-6, 1-6, Sinner menjelaskan masalah yang dialaminya di lapangan.

"Saya kesulitan, mulai merasa sangat pusing," kata Sinner dikutip dari ATP, setelah rekor kemenangan beruntun terbaik dalam karirnya, 30 pertandingan, berakhir di Paris,

"Energi saya sangat rendah. Saya mencoba untuk menyelesaikan pertandingan dengan servis, tetapi tidak memiliki banyak energi."

Petenis Italia itu hanya tinggal satu gim lagi menuju kemenangan pada kedudukan 5-1 di set ketiga, tetapi tidak mampu melewatinya karena petenis Argentina peringkat 56 dunia, Cerundolo, mengamankan kemenangan dramatis.

"Di set keempat, saya sedikit lengah dan mencoba untuk memiliki lebih banyak energi di set kelima. Gim pertama sangat penting. Saya tidak bisa mempertahankan servis. Kemudian permainan saya sedikit menurun," ujar Sinner.

"Saya bangun pagi ini, merasa tidak enak badan dan mencoba untuk mempersingkat poin. Di awal pertandingan, saya bermain sangat bersih, sangat bagus, dan kemudian saya seperti kehabisan tenaga, dan itu saja."

Baca juga: Sinner tersingkir pada babak kedua Roland Garros

Terlepas dari kesulitan fisiknya sendiri, Sinner ingin menyoroti permainan Cerundolo, yang tampil sangat solid di paruh kedua pertandingan di Lapangan Philippe-Chatrier.

"Saya berada di posisi yang bagus, juga di set ketiga. Saya tidak bisa menyelesaikan pertandingan dengan servis. Kemudian saya cukup kesulitan," kata Sinner.

"Tapi selamat juga untuknya. Saya tidak ingin mengurangi pujian untuknya. Dia memainkan pertandingan yang sangat solid, terutama juga di akhir, dan itulah olahraga."

Terlepas dari kekalahan mengejutkannya di babak awal Roland Garros, Sinner menutup musim lapangan tanah liat dengan catatan 18-1 setelah menyelesaikan sapu bersih tiga turnamen ATP Masters 1000 di permukaan tanah liat Monte-Carlo, Madrid, dan Roma.

Rafael Nadal adalah satu-satunya petenis lain yang mencapai prestasi itu pada 2010.

Bahkan, setelah kehilangan 1.250 poin dengan kekalahannya di babak kedua, Sinner juga tetap menjadi petenis No.1 yang tak tertandingi di peringkat ATP, mengungguli rival beratnya, Carlos Alcaraz.

Sinner ingin melihat sisi positif dari kekalahan awal di Roland Garros.

"Saya rasa banyak hal yang terjadi bersamaan menyebabkan masalah hari ini, tetapi sekali lagi, hal itu bisa terjadi," kata Sinner.

"Saya hanya butuh waktu untuk memproses apa yang salah di sini dan juga hal-hal positifnya, yaitu kita bisa berlatih dengan baik beberapa minggu sebelum Wimbledon."

"Selain itu, karena setelah Wimbledon, kita memiliki turnamen penting yang akan datang, Montreal, Cincinnati, dan US Open. Masih banyak pertandingan yang harus dimainkan tahun ini," ujar petenis berusia 24 tahun itu.

Baca juga: Aldila/Janice tumbang setelah berjuang di babak pertama Roland Garros

Baca juga: Swiatek dan Svitolina melaju, Rybakina tersingkir

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |