Sinner tersingkir pada babak kedua Roland Garros

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Upaya Jannik Sinner untuk menyelesaikan Career Grand Slam berakhir pada Kamis di Roland Garros, di mana petenis No.1 dunia itu kewalahan secara fisik, yang memungkinkan Juan Manuel Cerundolo meraih kemenangan 3-6, 2-6, 7-5, 6-1, 6-1.

Sinner tampak berada di jalur kemenangan ketika ia unggul 5-1 di set ketiga pertandingan babak kedua, tetapi ia kemudian tampak kesulitan karena kram.

"Ini sulit baginya," kata Cerundolo tentang Sinner setelah pertandingan dikutip dari ATP.

"Saya tidak bisa memenangi lebih dari tiga gim dalam satu set, jadi saya sedikit beruntung."

Sinner dua kali gagal menyelesaikan pertandingan dan juga membutuhkan waktu istirahat medis di luar lapangan pada kedudukan 5-4, 0/40.

Sejak saat itu, Sinner tidak mampu memulihkan kondisi fisiknya, dan Cerundolo memanfaatkan sepenuhnya, merebut 18 dari 20 gim terakhir untuk memastikan kekalahan terbesar musim 2026 sejauh ini.

Petenis Argentina yang berkompetisi sebagai peringkat 56 dunia itu menjadi petenis putra pertama yang menyingkirkan unggulan teratas di turnamen Grand Slam lapangan tanah liat sebelum babak ketiga sejak Karol Kucera pada 2000.

"Dia pantas memenangi pertandingan ini, dan kemudian saya tidak tahu apa yang terjadi. Tapi saya merasa kasihan padanya dan berharap dia pulih," ujar Cerundolo.

Baca juga: Aldila/Janice tumbang setelah berjuang di babak pertama Roland Garros

Dengan Roland Garros sebagai satu-satunya gelar Grand Slam yang belum ada dalam koleksinya, Sinner bertekad untuk menjadi petenis putra ketujuh yang menyelesaikan Career Grand Slam di era tenis modern atau Open.

Petenis Italia itu juga sedang dalam performa terbaik dalam karirnya dengan 30 kemenangan beruntun, setelah menyapu bersih kelima gelar ATP Masters 1000 pada 2026.

Di Australian Open tahun ini, Sinner mengalami masalah serupa dalam pertandingan babak ketiganya melawan Eliot Spizzirri.

Namun karena aturan cuaca panas turnamen diberlakukan, atap Rod Laver Arena ditutup dan Sinner mampu mengumpulkan kembali kekuatannya dan menutup kemenangan empat set.

Kali ini, tidak ada ruang bagi petenis berusia 24 tahun itu untuk bangkit kembali.

Meskipun kesulitan secara fisik, Sinner mampu menunjukkan kemampuan pukulannya dan melancarkan serangkaian pukulan forehand.

Baca juga: Swiatek dan Svitolina melaju, Rybakina tersingkir

Namun karena pergerakan Sinner yang terhambat, Cerundolo melancarkan pukulan drop shot untuk memanfaatkan keterbatasan fisik lawannya.

Kekalahan itu menambah babak menyakitkan lainnya di Lapangan Philippe-Chatrier bagi Sinner yang tahun lalu kehilangan match point melawan Carlos Alcaraz di final.

Sinner meninggalkan Paris dengan catatan 37-3 pada 2026, menurut indeks menang-kalah ATP.

Sinner dan Alcaraz telah memenangi sembilan gelar Grand Slam terakhir.

Dengan Sinner kini tersingkir dari Roland Garros dan Alcaraz absen karena cedera pergelangan tangan, turnamen utama ini terbuka bagi juara baru untuk muncul untuk pertama kalinya sejak Australian Open pada 2024.

Cerundolo yang lolos ke babak ketiga turnamen Grand Slam untuk pertama kali dalam karirnya, selanjutnya akan menghadapi petenis asal Spanyol Martin Landaluce atau petenis Ceko Vit Kopriva.

Baca juga: Novak Djokovic selamat dari tekanan petenis tuan rumah

Baca juga: Janice Tjen terhenti pada babak pertama French Open 2026

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |