Taman Asuh Sayang Anak tingkatkan partisipasi kerja wanita 20 persen

3 months ago 26
...investasi dalam fasilitas tempat penitipan anak dapat meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan sebanyak 10 sampai 20 persen

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyampaikan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau program tempat penitipan anak (child care) mampu meningkatkan partisipasi kerja wanita sebesar 20 persen.

Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono dalam sosialisasi Program Tamasya di Jakarta pada Senin menyampaikan, hingga saat ini ada 3.202 layanan Tamasya di seluruh Indonesia yang sudah tersertifikasi.

"Berdasarkan studi yang dilakukan di berbagai negara maju, investasi dalam fasilitas child care atau tempat penitipan anak dapat meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan sebanyak 10 sampai 20 persen," ucap Budi.

Ia menegaskan, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka seluruh pihak perlu bekerja keras untuk meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan.

"Di negara maju, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di sektor formal itu rata-rata di atas 50 persen, sehingga kita masih memiliki pekerjaan rumah kira-kira antara 15-20 persen agar partisipasi kerja perempuan di sektor formal itu bisa meningkat," katanya.

Baca juga: Mensos: Masyarakat bisa titipkan anak di Taman Anak Sejahtera Kemensos

Budi mengemukakan, Indonesia masih kekurangan fasilitas tempat penitipan anak yang menyebabkan banyak keluarga-keluarga, utamanya perempuan yang memiliki beban ganda sebagai kepala keluarga, kesulitan untuk mengoptimalkan kemampuan mereka di tempat kerja sehingga mengurangi produktivitas mereka.

Ia mengemukakan, persentase wanita di Indonesia yang bekerja di sektor formal hanya sekitar 35 persen, sisanya, merupakan pekerja di sektor informal yang tentu sangat membutuhkan fasilitas tempat penitipan anak.

"Sebanyak 11.5 juta keluarga dikepalai oleh perempuan, artinya mungkin ada kebutuhan-kebutuhan spesifik yang harus kita berikan perhatian kepada mereka, barangkali mereka memiliki kebutuhan yang produktif untuk menghidupi keluarganya, sehingga harus berpisah dengan anak-anaknya ketika bekerja. Kemudian, tentu mereka membutuhkan fasilitas child care," paparnya.

Selain itu, berdasarkan Pendataan Keluarga (PK) tahun 2024, terdapat 3,5 juta keluarga yang memiliki anak usia 0-23 bulan dan 8,8 juta keluarga yang memiliki anak usia 24-59 bulan. Mereka tentu membutuhkan fasilitas seperti Tamasya untuk tetap memberikan pengasuhan optimal agar mereka dapat melanjutkan karier dan tetap bekerja dengan produktif.

Baca juga: Kementerian PPPA: Regulasi dan pengawasan "daycare" harus diperkuat

Baca juga: Pengasuh TPA berkualitas bisa selamatkan anak dari ancaman stunting

Baca juga: Mendukbangga pastikan Tamasya kurangi risiko kekerasan di "daycare"

"Ketika ayah dan ibu pasangan suami istri ini ingin melanjutkan karier dan bekerja, mereka perlu untuk menitipkan anak, di situ seharusnya ada fasilitas child care bagi mereka agar bisa melanjutkan karier dan bekerja, sehingga mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarga," ujar dia.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |