Suara hati pemuda Hutanabolon

14 hours ago 3
Kalau semua bisa diperbaiki secara cepat, warga bisa lagi ke ladang-ladang mereka untuk bercocok tanam dan perekonomian di Hutanabolon ini kembali berputar

Tapanuli Tengah-Sumatera Utara (ANTARA) - Di tengah suasana yang masih memprihatinkan akibat banjir bandang yang melanda kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, ada suara pemuda yang ingin didengar aspirasinya untuk mendapatkan kehidupan yang layak seperti sediakala.

Setelah melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Al Huda Tanahubolon, segerombolan pemuda tengah asik bergurau di teras masjid sambil sesekali bercerita kegiatan masa lalu mereka sebelum adanya bencana yang melahap hampir sebagian pemukiman.

Dari cerita mereka, sebelum adanya banjir bandang, kehidupan mereka di desa itu sangat ramai dan penuh suka cita ketika datangnya bulan Ramadhan. Apalagi ketika malam takbir tiba.

Beragam kegiatan keagamaan untuk menyemarakkan bulan suci bagi umat Muslim ini dilakukan secara rutin, seperti tadarus Al-Quran hingga pawai malam takbir secara bersama-sama dengan menggunakan kendaraan pikap yang dihiasi ornamen Islam.

Saat ini, gairah tersebut berkurang. Hal itu karena banyak dari teman mereka yang harus mengungsi ke tempat lain akibat rumahnya yang memang tidak bisa lagi ditempati.

Warga desa Tanahubolon berfoto bersama usai melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 h/2026, di Masjid Al Huda Tanahubolon, Sabtu (21/3/2026). (ANTARA/Chairul Rohman)

Salah satu keinginan mendasar dari mereka adalah perhatian terhadap tanggul di Sungai Tukka yang kerap kali jebol. Dari lubuk hati yang mendalam, mereka menyampaikan keinginan agar tanggul itu segera dibenahi secara menyeluruh.

Keinginan mereka agar tanggul sungai Tukka diperbaiki secara menyeluruh bukan tanpa alasan. Mereka khawatir bakal datangnya banjir susulan ketika hujan turun. Kekhawatiran seperti itu masih terus mengendap dalam pikiran mereka.

“Banjir susulan sudah beberapa kali menyerang desa kami ini. Wajarlah kalau kami khawatir,” kata seorang remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Adrian, kepada ANTARA di hadapan kawan-kawannya.

Atas alasan tersebut, sekumpulan remaja desa Hutanabolon ini menginginkan adanya perhatian yang cepat dari pemerintah terkait pembenahan pascabencana agar mereka bisa segera mendapatkan kehidupan yang layak seperti sediakala.

Sisa-sisa banjir bandang yang masih berserakan di Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. (ANTARA/Chairul Rohman)

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |