Agam (ANTARA) - Arus lalu lintas di kawasan Kelok 44 yang menghubungkan Maninjau, Kabupaten Agam menuju Kota Bukittinggi di Sumatera Barat terpantau lancar, meski terdapat tiga titik dengan kerusakan parah akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025.
Berdasarkan pantauan ANTARA pada Sabtu sore, kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas tanpa hambatan berarti. Meski demikian, pengendara terlihat memperlambat laju saat memasuki titik-titik rawan.
Tercatat sedikitnya tiga titik jalan terban dan dua titik longsor di sepanjang jalur tersebut. Kondisi ini merupakan dampak lanjutan dari bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November lalu yang belum sepenuhnya diperbaiki.
Berdasarkan catatan ANTARA, titik-titik jalan terban di kawasan itu adalah kelok 11, kelok 31, dan kelok 43 menuju kelok 44 yang menjadi titik terban dengan tingkat keparahan tinggi dan menyebabkan badan jalan hanya tersisa setengahnya.
Baca juga: Perabotan serba ungu cara penyintas meriahkan Lebaran di huntara Agam
Pada titik jalan terban, badan jalan menyempit dan hanya dapat dilalui satu kendaraan secara bergantian. Aspal tampak menggantung di tepi jurang dengan pembatas darurat berupa tumpukan tanah dan garis pengaman seadanya. Warga setempat memberlakukan sistem buka-tutup untuk menjaga kelancaran arus sekaligus menghindari potensi kecelakaan.
Sementara itu, material longsor berupa tanah yang berwarna kemerahan terlihat di beberapa sisi jalan, menunjukkan bahwa titik-titik jalan tersebut sangat rawan akan longsor susulan jika terjadi hujan.
Material longsor dari kelok 10 tampak meninggalkan sisa di sisi kanan kelok 9 dari arah Maninjau dan kelok 8. Sedangkan titik longsor berada di kelok 42 dan 43 dengan bekas longsor berada di sisi kiri dan kanan jalan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti menuturkan bahwa sejumlah ruas jalan di jalur utama yang menghubungkan Maninjau-Bukittinggi mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November lalu.
Baca juga: Gubernur: Kunjungan ke Sumbar naik 12 persen saat libur Lebaran
Dia mengimbau masyarakat yang dalam perjalanan atau melintas untuk kunjungan wisata agar meningkatkan kehati-hatian dan selalu waspada.
“Kami mohon untuk lebih berhati-hati, kurangi kecepatan, dan utamakan kewaspadaan saat melintas,” kata Roza, sebagaimana dikutip dari laman sosial media Diskominfo Agam.
Pemerintah Kabupaten Agam, lanjutnya, terus berkomitmen melakukan penanganan dan perbaikan infrastruktur demi keselamatan bersama.
“Mohon bersabar kepada masyarakat Agam dan pengguna jalan. Mudah-mudahan melalui R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana), cepat dilaksanakan perbaikan,” tambah Roza.
Baca juga: Gubernur minta penyaluran dana bencana libatkan langsung peran daerah
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































