Jakarta (ANTARA) - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta sejak sore menyebabkan luapan air dari Kali Ciliwung merendam sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) hingga banjir.
"Airnya cepat sekali naik, sampai setinggi dada, satu meter ada. Barang-barang yang bisa langsung saya pindahkan ke lantai dua, tapi ada juga yang tidak sempat karena saya tinggal sendiri," kata salah satu warga RT 01, Marsiyem (39) saat ditemui di lokasi, Sabtu.
Marsiyem mengatakan, air mulai masuk ke dalam rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam waktu tiga jam, ketinggian air meningkat dengan cepat hingga lebih dari satu meter.
Awalnya, kata Marsiyem, dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab banjir tersebut, namun mendengar informasi bahwa air meluap dari tanggul yang tidak mampu menahan debit air sungai.
Akibat banjir tersebut, Marsiyem terpaksa menyelamatkan barang-barang pentingnya secara mandiri.
Sejumlah perabotan seperti kasur dan lemari tidak sempat dipindahkan sehingga terendam air.
"Luapan air dari Kali Ciliwung kalau saya dengar katanya. Jadi yasudah terendam gini aja barang-barang," ujar Marsiyem.
Air yang meluber dari sungai akibat tak mampu menampung tingginya debit air juga merendam permukiman warga di RT 01, 02, dan 10 RW 01.
Ketinggian air di kawasan tersebut bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai satu meter.
Warga yang rumahnya berada di titik lebih tinggi mulai membersihkan sisa lumpur yang terbawa banjir.
Aktivitas bersih-bersih dilakukan secara gotong royong untuk mempercepat pemulihan lingkungan.
Tidak hanya permukiman warga, banjir juga terjadi di ruas Jalan Raya Bogor, tepatnya di kawasan pertigaan Hek, Kramat Jati. Ketinggian air di jalan tersebut mencapai sekitar 50 sentimeter.
Kondisi ini menyebabkan kemacetan panjang dari arah Cililitan menuju Pasar Rebo, maupun sebaliknya.
Sejumlah kendaraan terpaksa memperlambat laju, bahkan ada yang memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari banjir.
Kondisi air di beberapa titik mulai berangsur surut, namun warga tetap diminta waspada terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Baca juga: Satu RT dan satu ruas jalan di Jakarta tergenang banjir Sabtu malam
Baca juga: Jakbar bangun saluran 1.000 meter untuk atasi banjir di Puri Kembangan
Baca juga: SDA Jakbar optimalkan pompa antisipasi banjir
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































