Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mendorong adanya penguatan dan hilirisasi riset di kawasan Teluk Tomini, Gorontalo guna mengentaskan kemiskinan di wilayah tersebut.
Hal tersebut diungkapkannya dalam kunjungan kerja ke Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam rangka penguatan riset unggulan dan pengabdian masyarakat dalam mengelola potensi kawasan Teluk Tomini, Rabu (11/2).
Melalui keterangan di Jakarta, Kamis, Wamendiktisaintek menyoroti paradoks kawasan Teluk Tomini. Meski memiliki kekayaan biodiversitas luar biasa, termasuk menjadi bagian dari Coral Triangle (segitiga terumbu karang) dunia, kawasan ini masih menghadapi tantangan kemiskinan yang signifikan.
Baca juga: UNG lakukan program pengabdian di pesisir Teluk Tomini
"Teluk Tomini adalah aset luar biasa yang berbatasan langsung dengan tiga provinsi. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa wilayah ini masih menjadi kantong kemiskinan di regional Sulawesi. Angka kemiskinan di Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah harus menjadi fokus perhatian riset UNG," katanya.
Stella mengapresiasi sejumlah riset aplikatif yang telah dijalankan UNG, salah satunya adalah pengembangan nano enkapsulasi probiotik susu jagung.
Inovasi ini dirancang khusus untuk memperbaiki status gizi balita stunting serta mengatasi malnutrisi dan anemia pada remaja putri di wilayah miskin.
Selain sektor kesehatan, UNG juga memaparkan solusi untuk pemerataan kualitas pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), khususnya di wilayah Kabupaten Boalemo dan sekitarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Muhammad Amir Arham menjelaskan bahwa pihaknya telah menciptakan platform belajar mandiri (self-study platform) yang mampu beroperasi di wilayah tanpa jaringan internet.
"Kami mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis tenaga surya yang tidak memerlukan sinyal internet. Dengan alat ini, guru di daerah 3T tetap bisa melakukan penilaian pendidikan secara komprehensif," ujar Amir.
Baca juga: Basarnas susun kontingensi kecelakaan kapal di perairan Teluk Tomini
Baca juga: Menaker dukung pendirian Teluk Tomini Career Center di UNG
UNG, kata Amir, juga tengah mengembangkan inovasi ekonomi hijau melalui pemanfaatan limbah pelepah pisang.
Inovasi ini mengubah serat pisang menjadi dinding panel dekoratif untuk meningkatkan daya saing UMKM Karawo di Gorontalo.
"Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem green economy di desa-desa pesisir, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal," ucap Muhammad Amir Arham.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































