Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyambut positif peluncuran layanan Transjabodetabek rute Cikarang-Cawang karena dinilai membantu warga khususnya para pekerja dengan memberlakukan tarif sangat terjangkau, jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi lain.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat peluncuran perdana mengatakan layanan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Kabupaten Bekasi sebagai daerah penyangga sekaligus menjadi peluang besar untuk menekan biaya transportasi masyarakat.
"Alhamdulillah kita berterima kasih kepada Pemprov DKI. Ini sangat membantu karena tarifnya murah. Jam 05.00 sampai 07.00 WIB hanya Rp2.000, setelah itu Rp3.500," katanya di Jababeka Cikarang, Kamis.
Dirinya dalam kesempatan ini turut mencoba naik bus dan berdialog dengan masyarakat pengguna layanan tersebut. Warga mengaku harus mengeluarkan biaya hingga Rp75.000 untuk sekali perjalanan pulang pergi dari Cikarang-Jakarta-Cikarang.
"Tadi saya bicara dengan ibu-ibu di bus, anaknya kalau ke Jakarta pulang pergi Rp75.000. Sekarang murah, cuma Rp2.000 dan Rp3.500. Jadi hanya Rp5.500, ini sangat membantu," katanya.
Asep mengaku pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah agar layanan transportasi massal ini bisa berjalan optimal serta diakses secara luas oleh masyarakat. Salah satunya adalah menyediakan angkutan pengumpan dari kawasan permukiman menuju halte Transjabodatabek.
"Sekarang tinggal kita Kabupaten Bekasi membuat feeder-feeder. Dari perumahan atau rumah yang jauh, agar bisa dijemput dan terkoneksi ke transportasi massal ini," katanya.
Dirinya juga mendorong agar halte bus Transjabodetabek ini tidak hanya dibangun di dalam kawasan tertentu, tetapi diperluas hingga ke luar kawasan permukiman.
Pemkab Bekasi akan melakukan koordinasi lanjutan termasuk membuka opsi perluasan layanan melalui penambahan rute sekaligus menyampaikan langsung apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Tidak menutup kemungkinan ada rute tambahan jika permintaan masyarakat meningkat. Ini kan baru percobaan. Keberuntungan buat kita. Nanti saya juga mau ke Jakarta, ke Pak Gubernur untuk menyampaikan terima kasih," ucapnya.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Ujang Hermawan mengatakan layanan transportasi massal ini akan terus dikembangkan, termasuk dengan memperluas rute sesuai kebutuhan masyarakat.
"Transjabodetabek ini terus dikembangkan. Ini permintaannya cukup jauh, sekitar 89 kilometer. Biaya operasional juga cukup tinggi," katanya.
Menurut ia layanan massal penting karena dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan khususnya di wilayah aglomerasi Jabodetabek.
Ujang menyatakan pengembangan Transjabodetabek juga menjadi bagian dari upaya Jakarta menuju kota global. Salah satu rencana pengembangan berikutnya adalah rute Blok M-Bandara yang sedang dikoordinasikan bersama Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan.
Baca juga: Transjabodetabek B51 rute Cawang-Cikarang resmi beroperasi hari ini
Baca juga: Transjabodetabek Blok M-Soetta akan berhenti di tiga terminal bandara
Baca juga: Pramono ingin halte Transjabodetabek di luar DKI dibangun dengan baik
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































