Tingkatkan lifting migas, pemerintah andalkan teknologi lanjutan

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah mengandalkan pemanfaatan teknologi lanjutan dalam rangka meningkatkan produksi atau lifting minyak dan gas (migas) nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan lifting migas, meski capaian untuk minyak bumi pada 2025 terealisasi 605,3 ribu barel per hari atau melebihi target APBN.

Menurut dia, senjata utama untuk optimalisasi peningkatan lifting migas, salah satunya adalah dengan penerapan teknologi lanjutan di sumur migas eksisting, seperti enhanced oil recovery (EOR), fracking, atau horizontal drilling.

"Untuk meningkatkan lifting, mau tidak mau, harus kita suntik dengan teknologi. Sumur-sumur yang sudah lama ini kita suntik pakai teknologi, nggak ada cara lain. EOR salah satunya," ujar Bahlil saat Kuliah Umum Media Indonesia di Jakarta, Kamis.

Namun demikian, Bahlil tidak memungkiri bahwa penerapan teknologi lanjutan kerap kali terkendala dari aspek keekonomian.

Maka dari itu, pemerintah memberikan fleksibilitas skema kontrak kerja sama bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang akan melaksanakan kegiatan eksplorasi dan operasi produksi.

Menurut dia, KKKS diperbolehkan untuk memilih skema kontrak kerja sama berbentuk gross split atau cost recovery.

"Kebijakan ini adalah jalan tengah untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus mengoptimalkan upaya menuju ketahanan energi," jelasnya.

Bahlil juga mengatakan kegiatan yang dilakukan negara tidak boleh berorientasi pada keuntungan, harus melayani kebutuhan masyarakat.

"Negara itu tidak hanya bicara tentang berapa profitnya, negara itu nggak boleh bicara hanya profit oriented. Tapi, negara juga harus bicara tentang pelayanan, ketersediaan, dan ketahanan. Kita ini melayani rakyat, kalau ada profit itu multiplier effect," tegasnya.

Bahlil melanjutkan langkah kedua yang dilakukan pemerintah adalah mendorong pengelolaan sumur-sumur tua (idle well).

Saat ini, terdapat 6.305 sumur idle yang memiliki potensi hidrokarbon, dengan 787 sumur dapat direaktivasi dan 3.972 sumur berpotensi untuk dikerjasamakan.

"Upaya ini penting untuk mendorong penambahan produksi minyak Indonesia," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat realisasi proyek-proyek yang telah menyelesaikan rencana pengembangan atau plan of development (POD), namun belum masuk tahap konstruksi dan produksi.

Bahlil mengatakan pemerintah akan bersikap tegas kepada KKKS yang tidak segera melaksanakan pekerjaan yang sudah mendapatkan izin.

Sedangkan, sebagai strategi jangka panjang, pemerintah juga mendorong percepatan eksplorasi potensi migas di Indonesia timur.

Upaya ini dilakukan melalui skema kerja sama dan insentif yang lebih menarik.

"Untuk mendukung percepatan ini pemerintah menawarkan 110 blok migas potensial yang dapat digarap KKKS," sebut Menteri ESDM.

Baca juga: Anggota DPR: Capaian lifting migas 2025 pulihkan kepercayaan

Baca juga: SKK Migas: Lifting minyak 2025 mencapai rata-rata 605,3 MBOPD

Baca juga: Capai target lifting, Menteri ESDM dialog dengan bos perusahaan migas

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |