Siasat untuk memutuskan hubungan yang tidak sehat

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Psikolog klinis Dra. A. Kasandra Putranto mengemukakan bahwa upaya untuk mengakhiri hubungan yang tidak sehat tidak selalu mudah, bahkan meskipun individu yang bersangkutan sudah melihat tanda-tanda bahaya.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu menekankan pentingnya memprioritaskan keamanan diri dalam upaya untuk mengakhiri hubungan yang tidak sehat dan membahayakan.

"Ketika sebuah hubungan menunjukkan banyak tanda bahaya, terutama jika sudah mengarah pada perilaku agresif, mengontrol, mengintimidasi, atau membuat seseorang merasa takut, maka keselamatan diri perlu menjadi prioritas utama," katanya ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Rabu.

Jika pasangan pernah bertindak agresif, mengancam, menguntit, atau menunjukkan perilaku yang tidak stabil secara emosional, ia mengatakan, maka pemutusan hubungan sebaiknya dilakukan di lingkungan yang aman.

"Memutuskan untuk melakukannya di tempat yang aman atau dengan dukungan orang lain yang dipercaya," katanya.

Sebelum mengakhiri hubungan, menurut dia, individu yang bersangkutan sebaiknya membangun sistem pendukung dengan memberitahukan rencananya kepada keluarga, teman dekat, atau orang yang dapat dipercaya.

Upaya itu diperlukan karena individu yang memiliki kecenderungan mengontrol biasanya berusaha membuat pasangan merasa kesepian dan sangat bergantung padanya.

Baca juga: Perilaku posesif pasangan bisa jadi indikasi hubungan tidak sehat

Kasandra mengatakan bahwa korban dalam hubungan yang tidak sehat sering kali kesulitan untuk mengambil keputusan secara mandiri, termasuk keputusan untuk mengakhiri hubungan.

"Korban dalam hubungan yang mengandung unsur kontrol koersif sering kali mengalami penurunan rasa percaya diri dan merasa sulit mengambil keputusan secara mandiri," katanya.

Jadi, dukungan sosial dari keluarga dan orang-orang dekat sangat penting bagi mereka yang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

Korban hubungan yang tidak sehat juga bisa mengikuti konseling dengan tenaga profesional agar bisa memahami masalah dalam hubungannya, meningkatkan kepercayaan diri, serta menyusun rencana yang aman untuk mengakhiri hubungan.

Selain itu, Kasandra menyampaikan perlunya individu yang ingin mengakhiri hubungan yang tidak sehat menetapkan batasan secara jelas dan tegas.

"Sampaikan keputusan secara jelas tanpa memberikan harapan yang ambigu jika memang keputusan sudah final," katanya.

Penyampaian batasan secara jelas dan tegas dapat mengurangi kemungkinan pasangan melakukan manipulasi emosional dalam upaya untuk mempertahankan hubungan yang tidak sehat.

Kasandra juga menyampaikan pentingnya menghindari perdebatan saat menyampaikan keputusan untuk mengakhiri hubungan kepada pasangan.

Dalam beberapa kasus, menurut dia, pasangan yang agresif dapat menggunakan rasa bersalah, ancaman, atau janji untuk mempertahankan hubungan.

Oleh karena itu, korban sebaiknya tetap fokus pada keputusan yang telah ditetapkan demi keamanan dan kesejahteraan dirinya.

Baca juga: Tanda-tanda hubungan yang tidak sehat

Baca juga: Kiat melindungi diri dari hubungan yang tidak sehat​​​​​​​

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |