Kiat melindungi diri dari hubungan yang tidak sehat

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Psikolog klinis Dra. A. Kasandra Putranto menyampaikan pentingnya mengasah keberanian untuk mengatakan "tidak" dan menolak tekanan guna melindungi diri dari hubungan yang tidak sehat.

Ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Rabu, ia mengatakan bahwa sebenarnya kebanyakan orang merasakan ketidaknyamanan, ketakutan, atau tekanan ketika berada dalam hubungan yang tidak sehat.

"Tetapi, sering kali mengabaikannya karena takut kehilangan, dianggap berlebihan, atau berharap pasangan akan berubah," kata psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

Orang yang berulang kali merasa tidak nyaman, tertekan, atau kehilangan kebebasan saat menjalin hubungan sebaiknya tidak mengabaikan rasa itu.

"Dalam The Gift of Fear, intuisi sering kali merupakan hasil dari otak yang secara tidak sadar menangkap berbagai tanda bahaya yang mungkin belum sepenuhnya kita sadari secara rasional," kata Kasandra.

Ia mengatakan bahwa keberanian berkata "tidak" bisa menjadi bentuk perlindungan diri dan penegasan batasan pribadi.

Menurut dia, keberanian untuk menolak dan berkata "tidak" bersumber dari kemampuan mengenali dan mempercayai perasaan sendiri.

"Semakin seseorang mengenali nilai, hak, dan batasannya, semakin mudah pula ia menyadari ketika ada orang lain yang melewati batas tersebut," katanya.

Dia juga mengemukakan pentingnya dukungan dari keluarga, teman, dan orang-orang dekat dalam upaya untuk melindungi atau melepaskan diri dari hubungan yang tidak sehat.

Ia mengatakan, individu yang merasa terlibat dalam hubungan yang tidak sehat dan berpotensi membahayakan bisa berbagi cerita dengan keluarga atau teman dekat yang dipercaya.

"Orang terdekat sering kali dapat membantu memberikan perspektif yang lebih objektif ketika individu mulai meragukan penilaiannya sendiri akibat manipulasi atau tekanan dalam hubungan," katanya.

Baca juga: Perilaku posesif pasangan bisa jadi indikasi hubungan tidak sehat

Hubungan yang tidak sehat antara lain ditandai dengan adanya bentuk-bentuk upaya pengendalian atau kekerasan serta upaya untuk mengisolasi pasangan dari lingkungan sosialnya.

Korban hubungan yang tidak sehat, menurut Kasandra, bisa merasa bergantung pada pasangan dan kehilangan sumber dukungan yang dapat membantunya untuk melihat situasi secara lebih objektif.

Menurut dia, korban hubungan yang tidak sehat juga sering kali merasa bingung, ragu, dan menyalahkan diri sendiri.

Dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas diperlukan untuk membantu korban untuk melihat situasi secara, membangun keberanian untuk mencari pertolongan, dan membantu menghadapi tekanan psikologis akibat hubungan yang tidak sehat.

"Dukungan sosial berfungsi sebagai penyangga terhadap stres, yaitu membantu individu menghadapi tekanan psikologis dan meningkatkan kemampuan untuk mengambil keputusan yang lebih adaptif dalam situasi sulit," katanya.

Baca juga: Tanda-tanda hubungan yang tidak sehat

Baca juga: Faktor-faktor yang bisa memicu perilaku kekerasan

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |