Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengoptimalkan mekanisme pengawasan program melalui sistem aduan masyarakat guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Ketua Satgas MBG Tulungagung Johanes Bagus Kuncoro, Kamis, mengatakan pihaknya telah membuka saluran pengaduan atau hotline sebagai bagian dari sistem monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Program MBG di daerah tersebut.
"Hotline ini kami buka untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan dapat segera ditindaklanjuti jika ada kendala di lapangan," kata Bagus.
Menurut dia, mekanisme aduan tersebut menjadi instrumen penting dalam pengendalian kualitas, mulai dari aspek menu, keamanan pangan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Baca juga: Satgas MBG Cianjur sidak SPPG terkait video viral menu MBG tak layak
Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar aduan masyarakat berkaitan dengan kualitas dan variasi menu, disusul aspek keamanan pangan serta distribusi program.
Menindaklanjuti hal tersebut, Satgas MBG melakukan verifikasi setiap laporan yang masuk dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk penyedia layanan dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu pengawasan juga diperkuat dengan pelaksanaan monitoring lapangan secara berkala untuk memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) dijalankan dengan baik.
Baca juga: Satgas MBG temukan 41 SPPG belum mengantongi sertifikat halal
Bagus menambahkan keterlibatan masyarakat melalui mekanisme aduan menjadi bagian dari upaya transparansi, sekaligus meningkatkan akuntabilitas Program MBG.
"Masyarakat kami dorong aktif melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian agar bisa segera ditangani," ujarnya.
Satgas MBG berharap melalui penguatan sistem pengawasan berbasis partisipasi publik tersebut, kualitas layanan Program MBG di Tulungagung dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Baca juga: Satgas-BGN selidiki menu MBG berbungkus plastik kresek
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































