Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia telah meminta kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi serangan terhadap Lebanon, di tengah perundingan Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
"Saya berbicara dengan Bibi dan dia akan mengurangi serangan. Saya hanya berpikir kita harus sedikit lebih mengurangi serangan," kata Trump kepada NBC News, Kamis (9/4), mengacu pada Netanyahu.
Trump juga mengatakan dia “sangat optimistis” akan potensi kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran.
Sebelumnya, Netanyahu mengatakan dia telah menginstruksikan kabinet Israel untuk memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon untuk melucuti senjata gerakan Hizbullah dan membangun perdamaian antara kedua negara.
Pada Selasa malam (7/4), Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, dengan catatan bahwa Teheran telah setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Baca juga: Indonesia kecam keras serangan Israel di Lebanon, serukan deeskalasi
Menyusul pengumuman gencatan senjata, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS di Islamabad, Jumat (10/4).
Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena gerakan Hizbullah. Namun, Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai pihaknya dengan Washington.
Gencatan senjata ini merupakan perkembangan positif setelah konflik terbaru di Timur Tengah, yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Sebagai balasan, Iran kemudian menyerang wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah, serta membatasi lalu lintas di Selat Hormuz—yang memicu gangguan pasokan dan lonjakan harga energi secara global.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Iran: Serangan Israel ke Lebanon bisa buat negosiasi dengan AS sia-sia
Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































