Jakarta (ANTARA) - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp350,34 miliar atau setara Rp9,5 per saham untuk tahun buku 2025.
Divident payout ratio (DPR) perseroan setara 50,9 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang akan dibayarkan pada 20 Mei 2026 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 6 Mei 2026.
Direktur Utama Garudafood Hardianto Atmadja dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa segmen makanan dalam kemasan menjadi pilar utama perseroan, dengan kontribusi 89,9 persen terhadap total penjualan dan mencatatkan pertumbuhan 9,9 persen year on year (yoy).
"Kami berhasil memanfaatkan momentum konsumsi domestik secara optimal. Kinerja perseroan di tahun 2025 merupakan hasil dari sinergi seluruh unit kerja dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis," ujar Hardianto.
Dalam kesempatan ini, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang menyetujui pengangkatan E. Maurits Klavert sebagai Komisaris Independen menggantikan Dorodjatun Kuntjoro Jakti.
Hardianto menyampaikan apresiasinya atas dedikasi dan arahan strategis Dorodjatun selama berkiprah bersama perseroan.
“Bergabungnya Bapak E. Maurits Klavert diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan serta membawa Garudafood melangkah lebih jauh dalam peta persaingan industri FMCG,” ujar Hardianto.
Dengan demikian, susunan pengurus perseroan hasil RUPSLB sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama : Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto
- Komisaris : Pangayoman Adi Soenjoto
- Komisaris : Rahajoe Dewiningroem Soenjoto
- Komisaris : Hartono Atmadja
- Komisaris : Swen Neufeldt
- Komisaris : Haijiang Gu
- Komisaris Independen : E. Maurits Klavert
- Komisaris Independen : Fitra Dewata Teramihardja
- Komisaris Independen : Donald Reginald Gadsden
Dewan Direksi
- Direktur Utama : Hardianto Atmadja
- Direktur : Fransiskus Johny Soegiarto
- Direktur : Paulus Tedjosutikno
- Direktur : Robert Chandrakelana Adjie'Direktur : Johannes Setiadharma
- Direktur : Ruli Tobing
Menyambut 2026, Hardianto mengatakan perseroan akan memanfaatkan momentum konsumsi domestik yang diprediksi tumbuh di kisaran 5,0-5,4 persen (yoy).
"Untuk menangkap peluang tersebut, perseroan telah menyiapkan peta jalan yang mencakup diversifikasi bahan baku dan bahan kemas guna memitigasi fluktuasi harga komoditas global, percepatan transformasi digital, serta penguatan komitmen terhadap keberlanjutan (ESG)," ujar Hardianto.
Sepanjang 2025, Garudafood membukukan laba bersih Rp756,2 miliar, atau tumbuh 10,1 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang oleh penjualan yang tumbuh 7,2 persen (yoy) menjadi Rp13,1 triliun pada 2025 dibandingkan senilai Rp12,2 triliun pada 2024.
Penjualan dalam negeri tetap menjadi penopang utama kinerja perseroan dengan kontribusi sebesar 97,2 persen dari total pendapatan bersih perseroan.
Pada 2025, penjualan domestik tercatat tumbuh 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh penguatan distribusi di berbagai wilayah, efektivitas program penciptaan nilai (value creation program/VCP) yang berjalan konsisten, dan permintaan yang konsisten terhadap produk Perseroan.
Selain itu, kinerja positif perseroan turut ditopang oleh kontribusi kuat kategori produk utama, yaitu Ready to Serve (RTS), biskuit, serta keju dan susu (dairy).
Baca juga: RUPST Astra tetapkan dividen Rp15,7 T dan angkat Rudy jadi Presdir
Baca juga: RUPST Alamtri sepakati dividen tunai 99,9 persen dari laba bersih 2025
Baca juga: Maybank Indonesia tunjuk komisaris baru dan bagikan dividen Rp580 M
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































