Rektor: Kekhasan ilmu jadi strategi PTS tetap bisa bersaing

1 hour ago 2

Semarang (ANTARA) - Rektor Universitas BPD Semarang Prof Dr Sri Tutie Rahayu mengatakan bahwa kekhasan keilmuan menjadi salah satu strategi penting bagi perguruan tinggi swasta (PTS) untuk terus bersaing dalam berebut kuota calon mahasiswa baru.

"Itu yang terpenting. Sehingga, kalau kita punya kekhususan atau kekhasan. Khasnya di mana sih? Contoh, Universitas BPT khasnya di mana? Kami jago di perbankan," katanya di sela wisuda Universitas BPD di Semarang, Kamis.

Menurut dia, PTS harus berani menonjolkan dan menunjukkan kekhasan keilmuan yang dimilikinya agar semakin banyak yang mengetahui.

Baca juga: Rektor: Lulusan PT harus miliki "softskill" agar dilirik dunia kerja

"Kita harus berani menyampaikan. Kalau tidak, orang enggak ngerti," katanya.

Ia mengatakan persaingan juga dihadapi sesama PTS. Untuk perguruan tinggi negeri (PTN), memiliki kuota penerimaan mahasiswa baru yang cukup besar, namun sesama PTS juga bersaing.

"PTN itu mempunyai kuota sekian (calon mahasiswa), sudah. Sehingga, bisa dipetakan. Nah, persaingan dengan PTS pun juga, di mana pun ada (persaingan, red.)," katanya.

Ia mengatakan bahwa Universitas BPD optimistis dalam menghadapi persaingan itu dengan terus meningkatkan kualitas keilmuan khas yang dimiliki.

"Jadi, sudah kita ambil saja, kita jago di perbankan. Bisa dicatat. Nanti kalau misalnya (mencari kuliah) perbankan pasti dicari. Jadi, ada kekhususan, dan keahlian," katanya.

Apalagi, kata dia, sebagian besar lulusan Universitas BPD terserap di dunia kerja perbankan, baik di Bank Jateng yang menaungi perguruan tinggi itu maupun perbankan lain.

Tutie mengatakan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak juga perlu terus ditingkatkan dalam era persaingan di dunia pendidikan yang semakin ketat.

Sementara itu, Direktur Digital dan Bisnis Consumer Bank Jateng Eko Tri Prasetyo mengatakan bahwa selama ini lulusan Universitas BPD memiliki kontribusi yang besar dalam dunia kerja, khususnya perbankan.

"Jadi, kurang lebih ada 383 (lulusan Universitas BPD, red.) yang ada di Bank Jateng, dan sudah masuk di pucuk-pucuk pimpinan. Mulai dari kepala divisi, kemudian wakil kepala divisi, sampai kepala cabang," katanya.

Sebab, kata dia, lulusan Universitas BPD sudah dibekali dengan keilmuan perbankan yang mumpuni, mulai ilmu perbankan, akuntansi, keuangan, hingga manajemen risiko.

Baca juga: Bank Jateng bidik peningkatan transaksi 100 persen dengan "Jet FX"

Baca juga: Jamsostek-BPD Jateng bermitra salurkan pinjaman perumahan

Selama ini, kata dia, rata-rata sekitar 10-20 persen terserap kerja di Bank Jateng, terutama dari mereka yang termasuk lulusan terbaik.

"Kami berharap sinergi ini terus dilakukan untuk mengembangkan talenta-talenta muda kita ini supaya siap bekerja. Tidak hanya di industri perbankan, tetapi juga di industri yang lain." katanya.

Pada upacara wisuda tersebut, Universitas BPD meluluskan sebanyak 222 wisudawan, terdiri atas 56 lulusan program studi akuntansi, 88 lulusan manajemen, dan 78 lulusan magister manajemen.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |