Ritual "Injak Bumi" tradisi masyarakat Melayu Jambi saat Lebaran

7 hours ago 3

Kota Jambi (ANTARA) - Sabtu pagi itu mendung masih menyelimuti langit Kota Jambi saat jamaah Shalat Idul Fitri berangsur memadati Masjid Jami Ba'alawi di Kelurahan Arab Melayu, Kota Jambi Seberang.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang dilanjutkan dengan silaturahmi bersalam-salaman bukan satu-satunya kegiatan di area Masjid Jami Ba'alawi.

Bagi masyarakat Kota Jambi Seberang, momentum Lebaran bukan sekadar aktivitas menyambung silaturahim setelah sebulan penuh menunaikan puasa Ramadhan. Di balik kemeriahan itu, tersimpan ritual sakral bernama "Injak Bumi" yang khusus dipersembahkan bagi warga yang memiliki bayi dalam tahap belajar berjalan.

Ritual "Injak Bumi" merupakan tradisi di mana setiap bayi diserahkan kepada para tokoh agama yang telah berkumpul di halaman masjid untuk dimintakan doa restu.

Dengan penuh kegembiraan, usai Shalat Idul Fitri, belasan orang tua mulai menghampiri para tokoh agama dan langsung menyerahkan buah hati mereka.

Tanpa banyak pertanyaan, seolah telah saling mengerti, sejumlah tokoh agama yang keluar dari dalam masjid langsung mengusap tubuh sang bayi sembari melantunkan doa dengan suara lirih. Mereka kemudian mengusap kepala bayi tersebut, menurunkannya ke tanah, lalu mengembalikannya ke pelukan orang tua.

Seusai ritual, orang tua bayi segera menaburkan bunga dan uang logam ke udara. Uang itu telah disiapkan sejak dari rumah. Atraksi itu sontak mengundang kerumunan anak-anak kecil yang sedari tadi menunggu dengan antusias.

Abu Umar, warga Arab Melayu sekaligus ayah dari Muhammad Raska, berbagi cerita di halaman Masjid Jami Ba'alawi, Kota Jambi Seberang. Ia menuturkan bahwa kegiatan injak bumi merupakan tradisi yang telah ada sejak lama.

"Jauh sebelum Indonesia merdeka, atau tepatnya sejak kawasan Jambi Kota Seberang mulai dihuni oleh sekelompok pribumi asli Jambi dan pendatang keturunan Arab, tradisi ini sudah hidup," ungkapnya.

Baca juga: "Kenduri Pusako", merawat tradisi Lebaran di Tanjung Berugo Merangin

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |