Relaksasi bisa jadi langkah awal cegah gangguan stres pascatrauma

3 months ago 15

Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit Jakarta dr. Monica Andalusia, Sp.KJ mengatakan relaksasi dapat menjadi langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mencegah terkena gangguan stres pascatrauma (PTSD) usai mengalami satu peristiwa traumatis.

"Jadi, boleh melakukan rutin relaksasi atau menjalani kegiatan atau hobi-hobi yang menimbulkan rasa senang. Jangan menjalani hobi yang menjadikan beban," kata Monica dalam Podcast Rabu Belajar bertema "Gangguan Stres Pascatrauma dan Pencegahannya" di Jakarta, Rabu.

PTSD merupakan kondisi berkembangnya gejala seperti kecemasan, kesedihan, atau ketakutan berlebihan akibat suatu kejadian traumatik yang dialami individu.

Kejadian traumatik yang dialami bisa sampai mengancam nyawa atau memang cukup signifikan bagi individu tersebut misalnya bencana alam yang besar, perang, pelecehan seksual, penelantaran fisik, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Baca juga: Masyarakat perlu waspadai penyakit hingga trauma pascabanjir

"Kerusuhan akhir Agustus lalu banyak yang dirugikan, warga-warga sekitar. Kemudian juga sarana transportasi umum dirusak, dibakar. Mungkin ada yang menjadi saksi di situ, melihat langsung, kaget. Kemudian pasti itu cukup traumatik untuk dia," jelas Monica.

Selain relaksasi, upaya lain yang bisa dilakukan individu agar peristiwa traumatis yang dialami tak menyebabkannya terkena PTSD, bisa juga dengan mengontrol faktor-faktor yang dapat dikendalikan.

"Tidak ada salahnya untuk mendelegasikan pekerjaan misalnya, bertukar dulu ke pekerjaan yang lebih ringan," kata Monica.

Selain itu, bergabung dengan kelompok (support group) juga bisa dilakukan untuk mengikuti sesi berbagi (sharing session). Apabila merasa sudah tak bisa menangani kecemasan, ketakutan atau kesedihan, maka individu bisa berkonsultasi dengan psikiater.

"Akan lebih baik bertemu langsung dengan psikiater untuk menilai secara komprehensif. Tapi kalau berhalangan, saat ini juga ada beberapa rumah sakit juga yang menyediakan telekonsultasi, jadi melalui daring. Insya Allah cukup memudahkan," ujar Monica.

Baca juga: Biaya hidup dan trauma menyebabkan gangguan mental di Jakarta

Baca juga: Polres Jakpus adakan penyembuhan trauma korban kebakaran Kemayoran

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 70 persen orang di dunia akan mengalami peristiwa traumatis selama hidup mereka. Namun, hanya sebagian kecil (5,6 persen) yang akan mengalami PTSD. Kemungkinan seseorang mengalami PTSD tergantung pada jenis peristiwa traumatis yang dialami.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |