Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa (JJ) mengatakan integritas harus menjadi "DNA" atau sesuatu yang melekat, tidak terlihat, tetapi terasa dalam setiap keputusan dan tindakan di setiap lapisan unit kerja Unhas.
Prof JJ di Makassar, Senin, mengatakan bagi Unhas, Zona Integritas (ZI) bukan sekedar prosedur dan dokumen atau indikator penilaian, melainkan menjadi sumber semangat dalam bekerja, yang hidup dalam praktik sehari-hari civitas akademika.
Ia menyampaikan cara pandang ini penting di tengah kecenderungan sebagian institusi yang masih melihat ZI sebagai kewajiban administratif semata.
“Dalam konteks ini, peran pimpinan menjadi krusial. Integritas tidak bisa hanya diatur, tetapi harus dicontohkan. Kita mengharapkan, para pimpinan bisa menjadi role model untuk membangun kepercayaan dan konsistensi di tingkat unit kerja,” jelas pada kegiatan sosialisasi ZI lingkup Unhas.
Baca juga: 201 proposal Unhas lolos pendanaan BIMA Kemdiktisaintek 2026
Menurut dia, membangun budaya tersebut tentu tidak mudah. Unhas menyadari masih terdapat berbagai tantangan maupun dinamika organisasi.
Oleh karena itu, pendekatan yang diambil bukan hanya penegakan aturan, tetapi juga pembenahan sistem dan pola pikir.
Berbagai langkah telah dilakukan Unhas, mulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih rinci hingga penguatan mekanisme pelaporan.
Sistem ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap proses berjalan secara adil dan transparan, sekaligus memberikan ruang bagi perbaikan. Prof JJ menegaskan, Unhas memandang integritas sebagai aset strategis untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kami juga membuka ruang bagi partisipasi civitas akademika dalam menjaga integritas. Mekanisme pelaporan tidak hanya dilihat sebagai alat kontrol, tetapi sebagai bagian dari budaya saling mengingatkan,” tambah Prof JJ.
Baca juga: Kedutaan Besar Belanda bagi pengalaman dan riset di Unhas
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































