Purbaya: Permintaan rumah akan sehat lagi seiring income publik pulih

3 months ago 19

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan permintaan rumah akan kembali sehat seiring pulihnya pendapatan (income) masyarakat.

Purbaya telah menyalurkan Rp200 triliun dana pemerintah di Bank Indonesia ke sistem keuangan dalam rangka mendorong aktivitas ekonomi.

"Jadi kita tidak bisa paksa orang untuk membeli rumah ketika income-nya tidak jelas. Tapi dengan gerakan seperti ini, harusnya income masyarakat akan kembali pulih secara bertahap," katanya di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kebijakan penyaluran dana pemerintah sebesar Rp200 triliun kepada bank-bank Himbara telah menunjukkan hasil positif.

Sejumlah bank Himbara seperti Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) rata-rata penyerapan terhadap dana tersebut lumayan, kecuali Bank Tabungan Negara (BTN) yang baru 19 persen.

Purbaya menyampaikan bahwa kondisi yang dialami BTN ini menggambarkan permintaan (demand) terhadap perumahan sebetulnya lemah.

"Mungkin itu perlu ekonomi jalan dulu, baru pelan-pelan dia tumbuh. Jadi, pada tahun 2026, saya pikir income di sekitar perumahan akan kembali sehat lagi," katanya.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan saat ini adalah kesempatan bagus bagi masyarakat untuk bisa memiliki rumah.

Menurut dia, saat perekonomian sudah mulai kembali positif dan kemungkinan akan banyak masyarakat yang memiliki uang lebih dibandingkan sebelumnya.

"Ekonomi sudah mulai balik, saya pikir akan banyaklah orang yang punya uang lebih dibandingkan sebelumnya. Harusnya permintaan (demand) perumahan akan tumbuh juga," kata Purbaya.

Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 dapat mencapai 5,67 persen, seiring menguatnya konsumsi masyarakat dan dampak stimulus pemerintah yang mulai berdampak di akhir tahun.

Ia menilai proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 4,8 persen tahun ini tidak sepenuhnya mencerminkan tren pemulihan yang sedang terjadi.

Menurutnya, arah perekonomian nasional telah bergerak lebih positif, terutama setelah kebijakan penempatan dana negara ke bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mulai berdampak terhadap konsumsi dan likuiditas.

Salah satu indikator perbaikan ekonomi ia soroti, terlihat dari peningkatan konsumsi rumah tangga. Proporsi belanja masyarakat untuk konsumsi mencapai 75,1 persen pada September 2025, naik dari 74,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Bendahara Negara itu, kenaikan tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang mulai menempatkan dana Rp200 triliun ke dalam sistem keuangan sejak 13 September 2025.

Baca juga: Menkeu Purbaya: Permintaan rumah akan naik cepat jika ekonomi bagus

Baca juga: Permintaan rumah naik 21 persen berkat pengembangan transportasi

Baca juga: Permintaan rumah tapak terus naik, segmen menengah dominasi pasar

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |