Jakarta (ANTARA) - PT Pos Indonesia menyatakan siap menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) kepada 11,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk kuota distribusi triwulan IV pada pekan ini.
"Penyaluran direncanakan mulai dilakukan setelah dana masuk ke kami pekan ini. Bantuan dapat langsung disalurkan dimulai dua hari setelah dana diterima," kata Senior Vice President Government and Corporate PT Pos Indonesia, Hendra dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, Selasa.
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kepercayaan Kementerian Sosial yang kembali melibatkan PT Pos dalam proses penyaluran bantuan stimulus sosial itu.
Hendra memastikan penyaluran akan dilakukan secara cepat karena bantuan sangat dibutuhkan masyarakat. PT Pos juga akan membuka layanan pada hari Sabtu dan Minggu untuk mempercepat penyelesaian penyaluran kepada seluruh KPM.
Penyaluran dilakukan melalui tiga pola, yakni pembayaran langsung di kantor pos, pembayaran di komunitas untuk warga yang tinggal jauh dari kantor pos, serta layanan antar ke rumah bagi lansia, disabilitas, atau penerima yang sakit.
Baca juga: Penyaluran BLTS bagi 11,6 juta keluarga penerima baru dimulai pekan ini
Bagi yang bisa datang ke kantor pos, dia menyebutkan, para penerima manfaat diharapkan membawa surat pemberitahuan dari kantor pos setempat, serta identitas diri, baik KTP maupun kartu keluarga apabila diwakili anggota keluarga lain.
"Seluruh proses, akan diatur bersama pemerintah daerah untuk mencegah kerumunan sebagaimana hasil pertemuan dengan pak Menteri Sosial tadi," cetusnya menambahkan.
Kementerian Sosial menerima penugasan penyaluran bansos reguler berupa bantuan Program Keluarga Harapan - sembako, dan BLTS untuk triwulan IV 2025 dengan total kuota 35.046.783 KPM.
Dari kuota tersebut tercatat ada sebanyak 16,3 juta KPM lama dan 18,7 juta KPM yang baru dimuktahirkan berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Para penerima manfaat menerima dana stimulan secara keseluruhan senilai Rp900 ribu - Rp1,2 juta dari pemerintah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa dari kuota tersebut kementeriannya bersama mitra penyalur telah merampungkan penyaluran kepada sebanyak 15,7 juta KPM pada Oktober atau tahap pertama.
Baca juga: Mensos terima usulan reaktivasi rekening bansos yang terindikasi judol
Kemudian untuk tahap kedua menyasar sebanyak 11,6 juta KPM. Mereka merupakan bagian dari 18,7 juta penerima manfaat baru, yang sudah terverifikasi berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Nah, semuanya ini adalah satu proses yang kita lalui dan kita harapkan tentu bantuan dari Presiden ini nanti bisa diterima mereka yang lebih berhak," kata dia.
Baca juga: Kemensos fasilitasi publik awasi kelayakan para penerima bansos
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































