Jakarta (ANTARA) - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan program Transmigrasi Patriot 2026 akan membuat peserta tinggal di kawasan transmigrasi selama 2,5 tahun sebagai bagian pendidikan dan pengabdian masyarakat.
"Untuk Transmigrasi Patriot insya Allah awal Maret (2026) kami akan buka pendaftarannya," kata Iftitah di Jakarta, Rabu (11/2).
Dia menyampaikan peserta yang lolos akan mengikuti pendidikan berbasis kampus lapangan dan tinggal menggunakan hunian modular di lokasi kawasan transmigrasi yang ditetapkan.
Peserta Trans Patriot akan ditempatkan di tiga kawasan transmigrasi prioritas, yaitu Rempang, Kepulauan Riau; Mamuju, Sulawesi Barat; dan Merauke, Papua Selatan yang dipilih karena memiliki potensi ekonomi serta kebutuhan percepatan pembangunan wilayah yang dinilai sangat strategis.
"Mereka akan tinggal, kuliah, dan berinteraksi dengan warga transmigran di tiga lokasi. Mereka akan kuliah selama satu setengah tahun, mulai tahun ini di kawasan transmigrasi Rempang, Mamuju, maupun Merauke," ujarnya.
Baca juga: Mentrans: Revisi UU Transmigrasi atur transmigran jangka panjang
"Setelah itu, setelah satu setengah tahun mereka kuliah, mereka akan melakukan pengabdian masyarakat selama satu tahun. Jadi total mereka akan tinggal selama dua setengah tahun di kawasan transmigrasi," tambah Mentrans.
Dalam menjalankan program itu, Kementerian Transmigrasi menggandeng tujuh kampus sebagai mitra meliputi Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Program Trans Patriot di kawasan Rempang akan difokuskan pada bidang industri dan kelautan. Sedangkan di kawasan Mamuju, Sulawesi Barat fokus diarahkan pada sektor pertambangan, pertanian, dan perkebunan. Sementara itu, kawasan Merauke difokuskan pada sektor pertanian, perkebunan, serta perikanan dan kelautan.
Diketahui, Kementerian Transmigrasi memperluas kolaborasi pelaksanaan Program Ekspedisi Patriot dengan menargetkan 1.000-1.500 mahasiswa pada 2026.
Program Ekspedisi Patriot pertama kali diimplementasikan pada 2025 yang diikuti oleh 1.000 mahasiswa serta sejumlah dosen dan guru besar dari tujuh perguruan tinggi mitra.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia yang dirangkum dalam 400 output hasil penelitian.
Baca juga: Mentrans petakan potensi ekonomi daerah transmigrasi agar produktif
Baca juga: Mentrans pastikan negara kembalikan SHM transmigran di Kalsel
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































