Jakarta (ANTARA) - Berikut rangkuman berita humaniora populer di Indonesia, Rabu (11/2) mulai dari pengelolaan sampah sampai dengan Januari 2026 sudah mencapai 24,95 persen, hingga 108 DAS kritis perlu rehabilitasi.
1) Menteri LH: Tingkat pengelolaan sampah melesat, naik jadi 24,95 persen
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan tingkat pengelolaan sampah sampai dengan Januari 2026 sudah mencapai 24,95 persen, mengalami kenaikan jika dibandingkan 10 persen pada awal tahun lalu.
Baca selengkapnya di sini:
2) Menkes pastikan 120 ribu pasien penyakit kronis PBI JK tetap dilayani
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa 120 ribu pasien penyakit katastropik yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) namun terdampak pemutakhiran data tetap bisa mendapatkan penanganan dan layanan kesehatan.
Baca selengkapnya di sini:
3) Soal usulan bentuk Badan Guru Nasional, Wamendikdasmen: Tidak perlu
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat menilai tidak perlu adanya penambahan lembaga atau badan baru yang berkaitan dengan pengawasan pemenuhan kesejahteraan maupun perlindungan terhadap guru.
Baca selengkapnya di sini:
4) BNPB: 108 DAS kritis perlu rehabilitasi untuk cegah bencana berulang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan terdapat 108 daerah aliran sungai (DAS) dalam kondisi kritis yang berpotensi memicu bencana berulang apabila tidak segera dilakukan rehabilitasi bentang alam dan pemulihan ekosistem secara menyeluruh.
Baca selengkapnya di sini:
5) Guru madrasah sampaikan lima tuntutan di hadapan pimpinan DPR
Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menyampaikan lima tuntutan saat menghadiri audiensi bersama pimpinan DPR RI dan Komisi VIII DPR RI yang membahas soal kesejahteraan guru madrasah di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Baca selengkapnya di sini:
6. Kalbar dikepung karhutla, BNPB: 435 hektare lahan mineral terbakar
Provinsi Kalimantan Barat dikepung kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luasan terdampak mencapai sekitar 435,578 hektare lahan mineral-gambut terhitung sejak 1 Januari - 11 Februari 2026 yang tersebar di 11 kabupaten dan dua kota.
Baca selengkapnya di sini:
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































