Lubuk Basung (ANTARA) - Belasan rumah di Sungai Asam, Jorong Pasar Rabaa, Nagari atau Desa Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), terendam banjir akibat curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada Rabu malam.
Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan banjir merendam belasan rumah sekitar 50-80 centimeter sebagai dampak Sungai Batang Asam meluap.
"Banjir mengenangi rumah warga dan merendam perabotannya," kata Muzakar.
Ia mengatakan tim gabungan sedang melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir dengan arus cukup deras. Mereka dievakuasi ke lokasi lebih aman dari banjir di Pasar Rabaa tidak jauh dari lokasi tersebut.
Baca juga: Bupati: Huntara di Agam hampir rampung semua, siap ditempati
"Evakuasi sedang berlanjut dan jumlah warga terdampak belum diketahui," katanya.
Ia menambahkan banjir yang mengenangi rumah warga tersebut dampak curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu semenjak Rabu (11/2) siang sampai sore.
Akibatnya, air Sungai Batang Asam meluap ke rumah warga sampai ke jalan provinsi menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Rahmat Lasmono menambahkan banjir hampir terjadi setiap curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu.
Baca juga: Tim SAR gabungan evakuasi pemuda hilang di lokasi banjir bandang Agam
Tanah longsor juga terjadi di Air Tigo Raso, Kecamatan Tanjung Raya, sehingga menimbun badan jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi.
"Kita telah menurunkan petugas ke lokasi untuk membantu evakuasi warga. Namun di dalam perjalanan, jalan tertimbun tanah longsor," katanya.
Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara mengungsi ke lokasi lebih aman saat curah hujan cukup tinggi.
Setelah itu, lanjutnya, menyelamatkan barang berharga agar tidak rusak dampak dari banjir melanda daerah itu.
Baca juga: 2.497 warga Agam masih mengungsi dampak bencana hidrometeorologi
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































