Produk dan aktivitas bertema kuda kian Populer jelang tahun baru Imlek

3 hours ago 4

Beijing (ANTARA) - Mulai dari mainan kreatif dan produk budaya hingga proyek pariwisata imersif, barang-barang yang menampilkan elemen kuda menjadi pusat perhatian di pasar konsumen China menjelang Tahun Kuda.

Di dalam Museum Provinsi Gansu di China barat laut, atmosfer perayaan tiba lebih awal. Para wisatawan berdatangan untuk melihat produk-produk budaya yang terinspirasi oleh harta karun museum tersebut. Salah satu barang populer adalah patung "Kuda Hijau" yang membawa emas batangan, sebuah interpretasi modern dari Patung Kuda Berlari Perunggu (Bronze Galloping Horse) yang ikonik di museum tersebut.

Wu Xiaoyu, direktur kreatif pusat budaya museum tersebut, mengatakan bahwa desain itu berfokus pada makna keberuntungan seperti kekayaan dan harapan akan keberuntungan untuk memenuhi harapan masyarakat akan tahun baru yang makmur.

Permintaan akan barang-barang bertema kuda juga tinggi di sektor manufaktur. Di Pasar Perdagangan Internasional Yiwu, yang merupakan pusat komoditas kecil terbesar di dunia di Provinsi Zhejiang, China timur, boneka berbentuk kuda mendominasi banyak etalase toko.

Yang Yang, seorang pemilik toko di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa dia mengirim hampir 20.000 boneka setiap hari dan pabriknya bekerja dengan kapasitas penuh untuk memenuhi pesanan yang sudah melampaui periode liburan.

Dia mengatakan semakin banyak konsumen muda rela merogoh kocek untuk produk-produk yang menawarkan nilai emosional atau mengekspresikan harapan pribadi mereka. Lebih lanjut dia mengatakan berencana meluncurkan mainan interaktif yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) setelah liburan Imlek.

Tema kuda juga telah menjadi pendorong kuat bagi industri pariwisata. Di wilayah Zhaosu, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, yang terkenal dengan warisan peternakan kudanya, para penampil yang menunggang kuda merayakan pernikahan tradisional di taman-taman yang tertutup salju.

Liu Wei, wakil manajer di sebuah pusat layanan pariwisata setempat, mengatakan bahwa musim es dan salju telah menjadi ajang unggulan, dengan kamar tamu dan suvenir bertema kuda menjadi pilihan utama bagi para pengunjung pada musim dingin kali ini.

Para ekonom percaya lonjakan konsumsi bertema kuda mencerminkan integrasi budaya tradisional dan estetika modern. Pan Helin, seorang pakar ekonomi, mengatakan bahwa kunci untuk menstimulasi vitalitas pasar adalah menginovasi produk melalui cara-cara yang berorientasi pasar.

Pan mengatakan peralihan dari perlindungan pasif ke inovasi aktif dalam hal warisan budaya telah memungkinkan simbol-simbol tradisional untuk membentuk ikatan dengan kebutuhan estetika dan emosional generasi muda.

Pada 2025, Museum Provinsi Gansu mencatat penjualan produk budaya sebesar lebih dari 45 juta yuan (1 yuan = Rp2.433) atau setara 6,47 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.887), dan tahun ini diperkirakan bakal mencatatkan rekor tertinggi baru.

Ban Rui, kurator museum tersebut, mengatakan keberhasilan ini sebagian dapat dikaitkan dengan fokus tim pada atribut sosial dan penciptaan produk "Guochao" atau "China-chic" yang menarik bagi kaum muda.

Pewarta: Xinhua
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |