Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan dapat mewujudkan swasembada energi paling lambat pada tahun 2029 mengingat potensi sumber daya Indonesia yang luas.
"Swasembada energi target kita akhir 2029, paling lambat. Kalau bisa lebih dulu, kita akan bekerja cepat,” kata Presiden Prabowo saat meninjau perbaikan fasilitas SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu.
Dipantau secara daring dari Jakarta, Presiden pada kesempatan itu mengatakan Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang sangat besar.
Kepala Negara secara khusus menyoroti kekayaan alam tersebut sebagai karunia besar yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.
"Yang Maha Kuasa telah memberi karunia kita sumber-sumber yang luar biasa. Tinggal kita pandai mengelola atau tidak, kita berani menjaga atau tidak," jelas Prabowo.
Tapi, di sisi lain, Kepala Negara mengingatkan bahwa potensi tersebut tidak akan berarti tanpa pengelolaan yang baik dan komitmen kuat untuk menjaganya sebab pengelolaan yang baik dapat melindungi Indonesia dari konflik kepentingan global.
Prabowo menambahkan negara yang kaya sumber daya alam kerap menjadi sasaran konflik kepentingan internasional. Demi menghindari potensi tersebut maka Indonesia harus mampu mengelola kekayaan tersebut sebaik-baiknya demi kepentingan nasional.
"Biasa kalau namanya negara yang kaya, pasti jadi incaran banyak pihak," tutur Prabowo.
Pada kesempatan itu, Presiden juga menyatakan komitmen pemerintah untuk melakukan perbaikan di seluruh sekolah di tanah air, dengan ditargetkan 288 ribu unit sekolah menjalani renovasi sampai tahun 2028.
Di sisi lain, pemerintah juga akan terus meningkatkan fasilitas sekolah dengan salah satu fokus utama adalah pengadaan layar digital di setiap kelas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Saat ini, pengadaan smart class board baru diadakan satu unit untuk satu sekolah.
"Sekarang baru satu per sekolah. Ada yang dua. Berarti target kita masih tiap sekolah mungkin 3-4 lagi. Tahun ini kita perjuangkan tiga tambahan ke seluruh Indonesia," kata Prabowo.
Dengan demikian, Presiden berharap sistem belajar mengajar akan semakin interaktif dan mempermudah akses ke silabus yang akan dapat diakses secara digital sehingga guru dan murid dapat dengan mudah mengulangi pelajaran yang diinginkan.
Baca juga: Presiden tinjau SMAN 1 Cilacap untuk pastikan kualitas sarana
Baca juga: Momen haru Presiden dan siswa SMAN 1 Cilacap nyanyikan lagu nasional
Baca juga: Qodari: Presiden siap resmikan 21 RSUD tipe C pada Mei 2026
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































