Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan kesiapan mendampingi keluarga korban kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa pendampingan difokuskan pada dukungan psikososial serta asesmen menyeluruh untuk memetakan kebutuhan setiap keluarga korban.
Adapun asesmen dilakukan guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran, termasuk kemungkinan dukungan lanjutan bagi keluarga yang membutuhkan.
Kementerian Sosial juga akan memberikan bantuan pemberdayaan apabila ditemukan keluarga korban yang memerlukan dukungan untuk kemandirian ekonomi.
Terkait santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia, Saifullah menyebutkan hal tersebut umumnya telah ditangani melalui mekanisme asuransi, sementara Kementerian Sosial memberikan dukungan tambahan sesuai hasil asesmen.
Insiden yang terjadi pada Senin (27/4) pukul 20.55 WIB di Stasiun Bekasi Timur tersebut mengakibatkan kerusakan pada rangkaian KRL, terutama pada gerbong khusus wanita.
Berdasarkan data Polda Metro Jaya, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 15 orang, sementara 88 orang lainnya mengalami luka-luka dan dalam penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Bekasi.
Proses identifikasi korban dilakukan melalui posko Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Jakarta Timur, dengan sejumlah keluarga telah melapor untuk pencocokan data.
Baca juga: Menhub: Layanan KRL Cikarang Line disiapkan operasi penuh siang ini
Baca juga: Korban tewas kecelakaan KRL di Bekasi Timur bertambah jadi 16 orang
Baca juga: Pengamat dorong pemerintah benahi transportasi demi keselamatan
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































