Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat dan pemimpin di berbagai tingkatan pemerintahan serta BUMN agar tidak gentar dan tidak ragu dalam menjalankan amanah, serta tetap berjuang untuk kepentingan rakyat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu.
"Para pemimpin, para pejabat, para gubernur, para bupati, para direktur utama BUMN, jangan gentar, jangan ragu-ragu. Para adik-adik saya, para menteri, janganlah kehormatan ini membuat kalian lalai. Berjuanglah untuk rakyat, berjuanglah," ucap Prabowo.
Presiden menekankan bahwa kehormatan dan kepercayaan yang diberikan negara tidak boleh membuat para pejabat menjadi lalai.
Amanah tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab melalui keberpihakan kepada rakyat dan pengabdian yang sungguh-sungguh.
Prabowo juga menyinggung mengenai ketetapan setiap manusia yang pada akhirnya akan dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Menurut Presiden, yang akan tertinggal dari seorang pemimpin bukanlah jabatan atau kekuasaan, melainkan nama dan penilaian masyarakat atas kepemimpinannya.
Baca juga: Prabowo: Tudingan diktator bertolak belakang dengan sumpah prajurit
Kepala Negara menambahkan seorang pemimpin akan dikenang secara baik apabila selama memimpin mampu membela rakyat, menegakkan keadilan, serta melindungi kelompok lemah dan masyarakat miskin.
Sebaliknya, kepemimpinan yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi akan meninggalkan catatan buruk di mata publik.
"Pada saat kita dipanggil, apakah rakyat akan berkata, oh, dia waktu memimpin adalah orang baik. Waktu dia memimpin, dia selalu membela rakyat. Waktu dia memimpin, dia selalu membela keadilan. Waktu dia memimpin, dia selalu membela orang yang lemah, orang yang miskin, dan dia selalu menegakkan keadilan," ucap Prabowo.
"Saya yakin keluarga kita akan merasa sangat bangga. Bandingkan dengan jika nanti kau dipanggil dan orang berkata, oh, dia dulu maling, dia dulu koruptor, dia hanya memperkaya diri," imbuh Prabowo.
Presiden lalu mengajak para pejabat untuk mensyukuri kepercayaan yang telah diberikan sebagai kesempatan untuk berbakti dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Prabowo menegaskan kebenaran dan keadilan pada akhirnya membutuhkan kepemimpinan yang berani dan jujur.
"Karena sesungguhnya, kadang-kadang kebenaran dan keadilan hanya bisa datang melalui kepemimpinan yang berani dan jujur," kata Presiden.
Baca juga: Prabowo umumkan swasembada, RI tak lagi bergantung pangan impor
Baca juga: Prabowo hormat ke menteri hingga petani berjuang wujudkan swasembada
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































