Populer, 110 anak direkrut jaringan terorisme dan RUU Perampasan Aset

2 months ago 27

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita ANTARA yang mendapatkan banyak atensi publik hingga Rabu ini, mulai dari 110 anak Indonesia diduga direkrut jaringan terorisme hingga pembahasan RUU Perampasan Aset akan menunggu aturan turunan dari KUHAP baru.

Berikut informasi lengkapnya:

1. Densus 88 catat 110 anak diduga direkrut jaringan terorisme

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mencatat hingga saat ini terdapat 110 anak yang diduga direkrut jaringan terorisme. Modus propaganda yang digunakan jaringan terorisme adalah melalui ruang digital. Baca di sini.

2. Menkum sebut RUU Perampasan Aset tunggu aturan turunan dari KUHAP baru

Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengatakan bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset akan menunggu terlebih dahulu aturan turunan dari Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru disetujui. Selengkapnya di sini.

3. Menkes dorong percepatan pemenuhan dokter spesialis nasional

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah mempercepat pemenuhan dokter spesialis di seluruh daerah melalui perluasan rumah sakit pendidikan agar kesenjangan layanan kesehatan dapat teratasi dalam dua dekade mendatang. Selengkapnya di sini.

4. Dewas KPK tanggapi laporan soal penyidik enggan panggil Bobby Nasution

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi laporan soal penyidik yang dinilai enggan memanggil Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan jalan di Sumut. Baca di sini.

5. Indra Sjafri sudah dapatkan 18 pemain untuk SEA Games 2025

Pelatih timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri menyatakan sudah mendapatkan 18 pemain dari 23 pemain yang akan didaftarkannya untuk SEA Games 2025 Thailand bulan depan. Selengkapnya di sini.

Pewarta: Agita Tarigan
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |