PM Malaysia kirim surat ke Presiden RI, minta bantuan kasus investasi

5 hours ago 4

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan telah mengirimkan surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto, untuk meminta bantuan terhadap kasus investasi di perusahaan Indonesia.

Investasi dimaksud adalah investasi Lembaga Pembangunan Tanah Federal (Federal Land Development Authority/Felda) Malaysia, yang dilakukan saat era kepemimpinan Perdana Menteri Malaysia Nazib Razak, di perusahaan minyak sawit mentah (CPO) asal Indonesia PT Eagle High Plantations Tbk.

"Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto, meminta beliau untuk juga melihat juga masalah ini," kata Anwar dalam pernyataan yang dikutip di Kuala Lumpur, Sabtu.

Anwar Ibrahim tidak merinci mengenai kasus tersebut, namun dia mengatakan apabila persoalan ini tidak ditangani, maka kerugian yang dapat didera Felda akibat keputusan manajemen sebelumnya itu, bisa mencapai 2,5 miliar ringgit atau setara Rp11 triliun (kurs saat ini).

Menurut laporan, Felda, selaku lembaga pemerintah Malaysia yang bergerak di bidang pemukiman untuk warga miskin, hingga saat ini belum bisa mendapatkan dana investasinya kembali, karena perusahaan EHP mempersoalkan di pengadilan Indonesia.

Felda disebut hanya akan dapat pengembalian dana sebanyak 200 juta ringgit atau sekitar Rp876 miliar dari total investasinya.

Baca juga: PM Malaysia-Sultan Brunei bahas penyelesaian perbatasan dua negara

Baca juga: Mantan PM Malaysia Ismail Sabri dirawat di RS di tengah kasus hukum

Baca juga: Krisis gas, Bangladesh minta bantuan pasokan dari Malaysia

Baca juga: Kamboja-Malaysia berkomitmen perdalam kerja sama pertahanan dan AI

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |