Gubernur Sumut dukung enam BUMD meningkatkan kinerja dan kontribusi

4 hours ago 4
BUMD itu lebih dari UPT. Kalau UPT, pengembangannya sesuai tugas. Kalau BUMD, selain menjalankan tugas pelayanan, juga harus mengarah kepada korporasi.

Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendukung sebanyak enam badan usaha milik daerah (BUMD) pemerintah provinsi (pemprov) meningkatkan kinerja, pelayanan, dan kontribusi bagi masyarakat.

Menurut Bobby, BUMD memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan unit pelaksana teknis (UPT), karena menjalankan fungsi pelayanan dan dituntut memiliki orientasi korporasi.

"BUMD itu lebih dari UPT. Kalau UPT, pengembangannya sesuai tugas. Kalau BUMD, selain menjalankan tugas pelayanan, juga harus mengarah kepada korporasi," kata Bobby, usai melepas sekitar 4.000 peserta Semarak Fun Walk BUMD Sumut bertajuk “Satu Langkah, Satu Kolaborasi”, di halaman Kantor PT Bank Sumut, Sabtu (22/8).

Gubernur meminta seluruh BUMD milik Pemprov Sumut meningkatkan masing-masing kondisi perusahaan maupun kontribusi terhadap pemerintah daerah.

Bobby secara khusus juga meminta PT Bank Sumut (Perseroda) untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, sekaligus memperkuat pengembangan karier internal.

"Kami akan support (dukung) Bank Sumut. Jenjang karier, target, dan kinerja harus terus ditingkatkan. Target kita, pada akhir 2027 Bank Sumut bisa naik kelas," katanya menegaskan.

Di sisi lain, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap sejumlah BUMD yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi maupun memberikan pelayanan bagi masyarakat.

Ia menargetkan seluruh BUMD milik Pemprov Sumut memperbaiki kinerja hingga 2027. Jika tidak mampu berkembang secara optimal, kata dia lagi, Pemprov Sumut akan menggabungkan sejumlah BUMD dalam satu holding.

"Kalau sampai 2027, pelayanan kepada masyarakat tidak bisa dioptimalkan, tentu harus ada peningkatan. Kalau tidak bisa, kita akan satukan, kita gabungkan dalam holding,” ujar Bobby.

Gubernur juga mencontohkan, kondisi sejumlah BUMD yang memiliki aset besar, tetapi tidak didukung kemampuan finansial yang memadai.

Sebaliknya, kata dia lagi, terdapat juga BUMD milik Pemprov Sumut yang memiliki kemampuan keuangan, tetapi tidak memiliki aset yang besar.

"Contohnya Dirga Surya, pegawainya hanya sekitar lima orang. AIJ (Aneka Industri dan Jasa) juga demikian. Ada BUMD asetnya besar, tetapi tidak memiliki uang. Sebaliknya ada uangnya banyak, tetapi asetnya tidak ada,” ujar Bobby.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa Swangro Lumban Batu mengaku, kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Swangro, kegiatan tersebut berawal dari komunikasi informal antarpimpinan BUMD yang kemudian berkembang menjadi kegiatan bersama.

"Ini lahir dari kopi santai. Dari situ lahirlah fun walk kurang lebih 4.000 peserta gabungan enam BUMD di Sumut. Ini bukan seremonial, tetapi kekeluargaan kami sebagai BUMD,” kata Swangro mewakili enam direktur BUMD Pemprov Sumut.

Baca juga: Pemprov Sumut buka seleksi direktur dan komisaris di tiga BUMD

Baca juga: Bank Sumut bertransformasi menjadi BUMD Perseroda

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |