Pertemuan lanjutan perbatasan China-India capai delapan poin konsensus

4 hours ago 7

Beijing (ANTARA) - Pertemuan ke-25 terkait perbatasan antara utusan khusus antara China dan India yang berlangsung pada Selasa (25/8) menghasilkan delapan poin konsensus, demikian seturut keterangan pers yang dirilis Kementerian Luar Negeri China, Rabu (26/8).

Perwakilan Khusus China Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China sekaligus direktur Kantor Komisi Sentral untuk Urusan Luar Negeri China, dan Perwakilan Khusus India Ajit Doval, yang juga menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional India, bertukar pandangan secara terbuka dan mendalam mengenai isu perbatasan China-India, serta menyepakati delapan poin hasil dan konsensus sebagai berikut:

Kedua pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjunjung tinggi panduan dari pemimpin kedua negara, menjaga perdamaian dan ketenteraman di area perbatasan, serta menciptakan atmosfer bagi pengembangan hubungan bilateral yang sehat dan stabil.

Kedua pihak menggarisbawahi komitmen mereka untuk memajukan perundingan terkait kerangka kerja penyelesaian masalah perbatasan sesuai dengan Kesepakatan tentang Parameter Politik dan Prinsip-Prinsip Panduan Penyelesaian Masalah Perbatasan China-India yang ditandatangani pada 2005 dan konsensus yang dicapai dalam pembicaraan Perwakilan Khusus berikutnya, guna mengupayakan solusi yang adil, wajar, dan dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Kelompok Pakar Delimitasi Batas dan Kelompok Kerja Manajemen Perbatasan di bawah kerangka kerja Mekanisme Kerja untuk Konsultasi dan Koordinasi (Working Mechanism for Consultation and Coordination/WMCC) terkait Urusan Perbatasan China-India masing-masing akan memajukan pembahasan mengenai Capaian Awal dan Substantif (Early and Substantial Harvest) terkait penetapan batas dan Manajemen Perbatasan. Tugas pertama bagi kelompok-kelompok tersebut adalah menyepakati Kerangka Acuan Kerja (Terms of Reference) masing-masing.

Kedua pihak menyepakati bahwa setiap situasi di lapangan akan segera ditangani melalui saluran diplomatik dan militer yang ada, termasuk WMCC, pertemuan tingkat komandan setempat, dan mekanisme lain yang telah disepakati, untuk menyelesaikan isu-isu yang belum tuntas dan menghindari kesalahpahaman dan kesalahan perhitungan di sepanjang Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC). Kedua pihak juga membahas cara-cara untuk meningkatkan pemahaman terkait LAC di area-area yang sesuai demi mewujudkan manajemen perbatasan yang lebih baik.

Untuk menyempurnakan langkah-langkah manajemen perbatasan, disepakati penambahan dua titik pertemuan untuk penyelenggaraan pertemuan Mekanisme Tingkat Jenderal/Komandan Senior Militer Tertinggi (Senior Highest Military Commander/SHMC). Demikian pula, penambahan dua saluran siaga (hotline) militer perbatasan di Sektor Timur dan Tengah juga disepakati.

Kedua pihak menyatakan kemajuan dalam kerja sama lintas batas. Pihak India mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pihak China untuk menambah jumlah rombongan peziarah resmi India ke Gunung Gang Renpoche dan Danau Mapam Yun Tso di Daerah Otonom Xizang, China. Kedua pihak menyambut baik pembukaan kembali tiga titik perdagangan perbatasan yang telah ditetapkan. Selain itu, kedua pihak juga sepakat untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama di bidang perdagangan perbatasan, ziarah, dan bidang-bidang lainnya, dengan tujuan untuk menjalin kerja sama dalam menciptakan atmosfer yang mengedepankan dialog, perdamaian, konsultasi, serta kerja sama di area perbatasan.

Kedua pihak sepakat untuk menggelar pertemuan berikutnya dari Mekanisme Tingkat Pakar China-India mengenai Sungai Lintas Batas pada September dan menjaga komunikasi terkait berbagai isu, termasuk pertukaran data hidrologi dan pembaruan nota kesepahaman (MoU) yang relevan.

Kedua pihak sepakat untuk menggelar Putaran ke-26 Pembicaraan Perwakilan Khusus di India pada 2027 mendatang.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |