Jakarta (ANTARA) - Perusahaan rintisan kecerdasan buatan Perplexity telah menandatangani perjanjian lisensi jangka panjang dengan Getty Images untuk menampilkan koleksi gambar milik Getty Images di layanan pencarian berbasis kecerdasan artifisial (AI) miliknya.
Menurut warta TechCrunch yang dikutip pada Senin, perjanjian kerja sama itu menandai upaya Perplexity untuk membangun kemitraan resmi dengan pemilik konten setelah menghadapi tuduhan plagiarisme dan pengambilan konten tanpa izin.
Seorang narasumber yang mengetahui kesepakatan itu mengungkapkan kepada TechCrunch bahwa sebelumnya Perplexity dan Getty Images telah menjalin kerja sama selama lebih dari satu tahun.
Meskipun tidak pernah diumumkan, ia menjelaskan, Getty Images terlibat dalam Publisher’s Program, rencana berbagi pendapatan iklan dengan penerbit ketika konten mereka muncul dalam permintaan pencarian.
Namun, perjanjian yang diumumkan kali ini merupakan kesepakatan baru yang berbeda dari kerja sama sebelumnya.
Meskipun rincian finansialnya tidak diungkapkan, sumber tersebut menjelaskan bahwa kesepakatan ini bukan merupakan perjanjian lisensi konvensional dengan pembayaran di muka, karena Perplexity tidak melatih model AI dasarnya sendiri.
Baca juga: Perplexity rilis peramban Comet gratis untuk semua pengguna
Baca juga: Perplexity akan buka akses peramban Comet bagi pengguna Windows
Perjanjian Perplexity dengan Getty dinilai dapat melegitimasi penggunaan sejumlah foto stok Getty Images, yang pernah muncul dalam hasil pencarian Perplexity.
Dalam setahun terakhir, perusahaan rintisan ini menghadapi tuduhan plagiarisme dari organisasi-organisasi media massa besar, termasuk tuduhan menarik konten dari artikel The Wall Street Journal yang memuat foto milik Getty Images.
Platform Reddit, yang telah memiliki perjanjian lisensi data dengan OpenAI, pada Oktober lalu menggugat Perplexity dengan tuduhan melakukan pengambilan data dan menghindari langkah-langkah teknis untuk mengakses data pengguna.
Perplexity menyampaikan bahwa kerja sama dengan Getty Images akan membantunya menampilkan gambar yang lebih baik dengan mencantumkan kredit dan tautan ke sumber asli setiap kali foto muncul dalam hasil pencarian.
Wakil Presiden Pengembangan Strategis Getty Images Nick Unsworth mengatakan, "kesepakatan ini menegaskan pentingnya atribusi yang tepat serta nilainya dalam memperkaya produk berbasis AI."
Kepala Kemitraan Konten dan Penerbit Perplexity Jessica Chan mengatakan bahwa akurasi dan atribusi adalah hal mendasar dalam memahami informasi di era AI.
"Bersama-sama, kami membantu orang-orang menemukan jawaban melalui penceritaan visual yang kuat sekaligus memastikan mereka selalu tahu dari mana konten tersebut berasal dan siapa pembuatnya," kata dia.
Baca juga: Perplexity ajukan penawaran 34,5 miliar dolar AS untuk beli Chrome
Baca juga: Apple pertimbangkan akuisisi startup kecerdasan buatan Perplexity AI
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































