Pencarian ABK WNI hilang di Selat Bab Al-Mandeb masih dilanjutkan

1 hour ago 6

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan proses pencarian seorang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang hilang dalam serangan terhadap kapal di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, masih diteruskan hingga sekarang.

“Untuk ABK WNI yang masih hilang, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh otoritas terkait di Yaman, dan kami terus memantau upaya pencarian tersebut,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah kepada pers di Jakarta, Kamis.

Dalam rangka memantau perkembangan operasi pencarian ABK MV Tihamah tersebut, KBRI Muscat terus menjaga komunikasi dengan pihak terkait, khususnya Kemlu Yaman, kata dia.

Kemlu Yaman telah memberikan jaminan bahwa pencarian ABK WNI yang hilang itu masih akan terus dilakukan. “Mereka belum menyampaikan kapan pencarian itu akan dihentikan,” tambah Heni.

Lebih lanjut terkait ABK WNI yang selamat dari kapal MV Tihamah yang diserang saat sandar di pelabuhan Bab Al-Mandeb, Direktur di Kemlu RI itu mengungkapkan bahwa mereka telah dipindahkan ke tempat perawatan baru.

Usai dirawat di Rumah Sakit 2 Desember di kota pesisir Mukha, Yaman, mereka dipindahkan ke Rumah Sakit Pangeran Mohammed bin Salman di Kota Aden pada 18 Agustus.

Baca juga: Kemlu: Kapal tugboat UEA berawak WNI tenggelam di Selat Hormuz

“Pemindahan dilakukan dengan pertimbangan risiko keamanan dan keselamatan para ABK WNI yang selamat,” ucap dia, sembari menambahkan bahwa KBRI Muscat telah mengerahkan tim ke Aden untuk mendampingi kedua WNI tersebut.

Ia menambahkan bahwa KBRI Muscat juga siap memfasilitasi pemulangan kedua ABK WNI tersebut ke tanah air dalam waktu dekat.

“Kami akan terus memonitor sambil melakukan persiapan untuk memulangkan dua ABK WNI yang selamat,” kata Heni.

Diketahui dari dua ABK WNI yang selamat, satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan, sedangkan satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapat penanganan medis di rumah sakit.

Saat menjadi korban serangan bom, kapal MV Tihamah diketahui membawa total 11 ABK, terdiri dari delapan WN Pakistan beserta tiga WNI.

Menurut stasiun televisi terafiliasi pemerintah, Al-Jumhuriya TV, serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi di Yaman tersebut turut menewaskan dua warga negara Pakistan, sebagaimana dikutip Anadolu.

Selat Bab Al-Mandeb merupakan gerbang masuk Laut Merah yang terletak di sisi barat Semenanjung Arab.

Baca juga: Kemlu serukan investigasi penuh kapal terbakar berawak WNI di Hormuz

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |