Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan santunan hingga bantuan bagi murid dan guru yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Pulau Flore, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kemendikdasmen memberikan bantuan berupa goodie bag berisi makanan bagi 29 anak jenjang PAUD, 229 murid SD, dan 116 murid SMP yang berada di pengungsian SD Inpres Robo, Kecamatan Feri Ruteng, Kabupaten Manggarai.
“Di tengah kondisi darurat, Kemendikdasmen hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian, dukungan, dan kebutuhan belajar. Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga yang terdampak bencana,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Jakarta Pusat pada Kamis.
Selain bingkisan makanan berupa susu, air minum kemasan, dan makanan ringan, tim Kemendikdasmen juga menyerahkan school kit secara simbolis kepada perwakilan murid jenjang PAUD, SD, dan SMP, sementara family kit turut diberikan kepada para guru yang berada di lokasi pengungsian.
Baca juga: Kemendikdasmen pastikan pembelajaran berjalan pascagempa di NTT
Selain menyalurkan bantuan di lokasi pengungsian, Kemendikdasmen melalui Direktorat Sekolah Dasar juga memberikan santunan kepada guru dan murid yang terdampak gempa bumi.
Santunan senilai Rp2 juta dan family kit diberikan kepada salah satu guru di SDK Ri’i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah akibat dampak gempa bumi.
Kemendikdasmen pun menyalurkan santunan sebesar Rp1 juta dan school kit kepada salah satu murid kelas V SDK Ri’i yang terkena reruntuhan puing bangunan sekolah.
Sementara itu, santunan juga diberikan kepada keluarga murid yang meninggal dunia, yakni Febriani Evika Jas, murid kelas V SDK Ri’i.
Kemendikdasmen menyerahkan santunan sebesar Rp5 juta serta bantuan sembako kepada orang tua almarhumah.
Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Susteran Misionaria Claris Ruteng Sr. Flaviana Dia, MC mengungkapkan betapa bermaknanya kehadiran pemerintah di tengah masa-masa sulit yang dialami para suster, guru, dan peserta didik di Ruteng.
Baca juga: Kemendikdasmen kirim 50 tenda darurat untuk sekolah terdampak gempa
Baca juga: Plan Indonesia: Pemulihan pendidikan jadi prioritas pasca gempa NTT
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































