10.000 bus elektrik ditargetkan beroperasi di Jakarta pada 2030

2 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan 10.000 unit bus elektrik beroperasi di Jakarta pada 2030 sebagai upaya menekan emisi.

“Di Jakarta, saya menargetkan di tahun 2030, yang sekarang ini pada saat saya bicara, ini kurang lebih 500 bus elektrik, saya menargetkan di 2030 adalah 10.000 lebih bus elektrik,” ungkap Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Kamis.

Dia menyebutkan bus tersebut tidak hanya terdiri dari bus elektrik, tetapi juga hidrogen dan hibrida.

Dengan begitu, dia berharap keberadaan bus-bus tersebut dapat membantu menekan polusi di Jakarta.

“Supaya ini memberikan ruang, memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin menurunkan emisi di Jakarta itu bisa bersama-sama dengan Pemerintah DKI Jakarta,” tutur Pramono.

Baca juga: Pemprov DKI buka pintu investor bangun ekosistem charging bus listrik

Selain menekan emisi, TransJakarta sebelumnya menyebutkan satu unit bus listrik berpotensi menghemat subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah hingga Rp302 juta per tahun.

Apabila dihitung dengan sejumlah aspek lainnya, maka penghematan biaya selama operasional 5,5 tahun per unit dapat menyentuh Rp3,9 miliar, atau seharga satu unit bus listrik 12 meter.

Angka tersebut dihitung berdasarkan selisih harga solar subsidi dan harga BBM komersial serta efisiensi operasional bus listrik dibandingkan bus berbahan bakar minyak (ICE).

Baca juga: Periklindo: Pemprov DKI bakal gunakan 10 ribu bus listrik hingga 2030

Baca juga: TransJakarta: 1 unit bus EV hemat subsidi BBM Rp302 juta per tahun

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |